33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Rumah Tropis Modern Bergaya Jepang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RUANG KELUARGA : Penggunaan material Concrete Wood pada dinding rumah dan sejumlah furniture. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUANG KELUARGA : Penggunaan material Concrete Wood pada dinding rumah dan sejumlah furniture. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – RUMAH Bertipe Akasa yang memadukan konsep arsitektur rumah modern dengan iklim tropisnya yang dikombinasikan dengan arsitektur rumah ciri khas di Jepang saat ini banyak diminati oleh masyarakat.

Salah satunya rumah bertipe Akasa yang terdapat di Naraya Residence BSB City. Rumah dengan luas bangunan 130 meter ini memiliki arsitektur yang terbilang unik di bagian interior dan eksteriornya, karena arsitekturnya telah memadukan bahan material pengganti kayu dengan konsep arsitektur rumah modern pada umumnya. Alhasil rumah Akasa ini mampu memberikan nuansa yang sejuk di tengah iklim topis Indonesia.

Terdapat dua jenis kayu yang digunakan dalam arsitektur rumah Akasa, yakni concrete wood untuk dinding rumah dan vynil kayu untuk lantainya. Selain untuk menciptakan kesan warm dalam rumah, pemilihan material kayu itu juga sekaligus menjadi jawaban dari isu-isu pelestarian alam yang marak ditemui di Indonesia.

Arsitektur Naraya Residence, Yonatan Gayus Wiciaputra menjelaskan bahwa ciri khas arsitektur rumah Akasa bisa dilihat dari bentuk dan penyikapan bangunan yang merespons sifat iklim tropis di Indonesia. Sedangkan arsitektur Jepang-nya bisa dilihat dari konsep sederhana melalui penataan layout denah rumah bagian luar maupun bagian dalam.

“Bahan kayu yang digunakan sebetulnya bukanlah kayu asli, namun material pengganti yang texturenya mirip dengan kayu pada umumnya. Bahan pengganti kayu ini bisa menciptakan kesan alami di interior dan eksterior rumah, selain itu bahan ini perawatanya mudah dan juga anti rayap,” ucap Gayus.

Selain itu, pemakaian concrete wood dan vynil kayu tidak hanya ditempatkan pada ruang keluarga dan ruang tamu, tapi juga diterapkan pada seluruh kamar tidur yang berada di lantai 1 dan lantai 2.

Kesan berbeda dirasakan penghuni rumah ketika menginjak lantai kayu yang berada di kamar tidur, karena bahan kayu membuat nuansa kamar menjadi semakin sejuk dan alami seperti sedang berada di dalam rumah yang terletak di tengah hutan. (cr2/bas)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sidak Jalan Rusak, Bupati Jalan Kaki 200 Meter

KAJEN-Jelang Lebaran 2017, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi kembali memastikan infrastruktur jalan. Kali ini, meninjau lokasi jalan rusak di Kecamatan Sragi dan Kesesi. Bupati Asip...

Lima Bulan, 22.692 Pengendara Ditilang

SEMARANG - Jumlah pelanggar lalu lintas di wilayah Kota Semarang dari Januari hingga 24 Mei 2017 diketahui mencapai 22.692 kasus, yang meliputi pengendara motor...

Harga Cabai Semakin Pedas

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Harga cabai di sejumlah pasar tradisional dan pedagang sayur eceran di wilayah eks karesidenan Kedu, mengalami kenaikan. Kenaikan bervariasi antara Rp...

Kenang Pertempuran Lengkong dan Plataran

MAGELANG - Akademi Militer (Akmil) menggelar upacara bendera Hari Bhakti Taruna di lapangan Pancasila Akmil, Rabu (25/1). Gubernur Akmil Brigjen TNI Arif Rahman dalam...

Underpass Macet, Gombel Baru Searah Lagi

SEMARANG-Baru beberapa hari diujicoba, underpass Jatingaleh ternyata masih menimbulkan kemacetan. Hal itu membuat Forum Lalu Lintas Kota Semarang yang merupakan gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub),...

23 Pasien Sumbing Bibir dan Langit – Langit Operasi Gratis

KUDUS-Sebanyak 23 pasien sumbing bibir dan langit-langit mendapat bantuan pelayanan operasi tanpa biaya di RS Aisyiyah Kudus, Sabtu (7/10). Bantuan tersebut diberikan Djarum Foundation...