33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Penembak Jitu yang Jadi Juri Asian Games

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

BIDIK SASARAN : AKBP Sri Wahyuni saat berlatih menembak. (DOK PRIBADI)
BIDIK SASARAN : AKBP Sri Wahyuni saat berlatih menembak. (DOK PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – Menembak adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki anggota Polri. Kepiawaian dalam membidik sasaran membuat AKBP Sri Wahyuni terpilih menjadi salah satu juri olahraga menembak di Asian Games 2018.

Perempuan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sekretariat Umum (Kasetum) Polda Jateng ini mengaku, tidak mudah untuk bisa masuk menjadi juri di Asian Games. Sebab, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Salah satu diantaranya sudah memiliki sertifikat International Shooting Sport Federation (ISSF).

“Salah satunya adalah memiliki level sertifikat ISSF. Pertama menjadi juri tahun 2010, kemudian mengulang lagi tahun 2017 untuk penyegaran. Syaratnya ya ujian. Ini level sertifikat ISSF saya di tahun 2010 sudah B,” ungkap perempuan yang akrab disapa Yuni ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selama Asian Games, Yuni berada di Palembang yang menjadi lokasi venue olahraga menembak. Ia mengaku bisa tukar banyak pengalaman dengan juri-juri dari negara lain. “Ketemu, saling kenal banyak orang penembak-penembak dari negara luar, Vietnam ada juga. Kita bisa sharing,” katanya.

Perempuan kelahiran Sragen, 17 November 1961 ini sebenarnya tidak pernah bercita-cita menjadi polisi. “Cita-cita, awalnya sederhana pengen menjadi Pramugari. Waktu itu main di Semarang, di tempat kakak, saya lihat Polwan. Ya terus tertarik, akhirnya lulus SMA langsung daftar polisi. Sebenarnya kakek saya, orangtua saya, kakak saya polisi,” jelasnya.

Yuni mengawali tugas sebagai anggota Polri begitu lulus pendidikan bintara pada 1982. Pertama kali bertugas di Poltabes Semarang. Setahun kemudian, ia mulai sering berlatih menembak.

“Dulu bapak saya senang menembak juga, saya sering diajak. Kemudian dilatih sama seseorang, latihan di belakang rumah setelah bertugas. Sebenarnya awalnya memang hobi, seneng,” ujarnya.

Dari sini, bakat menembak Yuni terlihat. Semangatnya untuk menjadi seorang penembak terus membara. Ia juga sering mengikuti kejuaraan-kejuaraan dan memperoleh prestasi.

“Saat pertama ikut kejurnas menembak air pistol dan ladies sport pistol di Surabaya menjadi juara 1 perorangan dapat medali emas dan tim juga mendapat emas. Selanjutnya terpilih sebagai tim PON Provinsi Jateng cabor air pistol dan ladies sport pistol bersama petembak senior Jateng ibu Iin Evelin dan Weny,” bebernya.

Prestasi yang dicapai Yuni semakin gemilang. Tiap tahun ia terjun dalam berbagai kejuaraan dan memperoleh prestasi. Menurutnya, untuk meraih prestasi harus memiliki jiwa yang disiplin dan rajin berlatih.

“Seorang shooter harus disiplin dan safety. Tidak bosan untuk latihan. Selalu harus konsentrasi stabil. Karena menembak adalah lawannya diri sendiri. Kadang kalau konsen terpecah ya meleset,” tegasnya.

Ia mengakui, banyak anak muda yang memiliki bakat menembak. Namun, mereka kurang telaten dalam berlatih dan tidak fokus.

Selama di Poltabes Semarang, Yuni bertugas di sejumlah bidang. Yakni Opsnal, Satlantas dan Reskrim. Kemudian pada 1992 hingga 2004, ia pindah tugas di Polda Jateng. Mulai dari bagian Reserse Narkotika hingga Biro SDM Polda Jateng.

Pada 2004-2005 dimutasi menjadi Kasat Pam Obvit Polresta Surakarta. Tahun 2005 – 2010, bertugas di bidang Pembinaan sebagai Kabag Bin Polwil Surakarta. Tahun 2010 – 2014 sebagai Kabag Pal Biro Sarpras Polda Jateng, tahun 2014 – 1016 Kabag Ren Polrestabes Semarang dan 2016 sampai sekarang menjabat Kasetum Polda Jateng. (mha/ton)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Sistem Zonasi Bikin Ortu Khawatir

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Belum meratanya sarana pendidikan (sekolah) menjadi salah satu penyebab kegelisahan orang tua menghadapi sistem baru penerimaan peserta didik. Pasalnya di kota...

Adhyaksa Tingkatkan Kontribusi Pada Masyarakat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng menggelar khitan masal. Ada 105 anak yang mengikuti bakti sosial dalam rangka menyambut HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD)...

Kiprah RT 23, RW 7 di Sidoarjo yang Juara Lomba Siskamling Jatim

MEREKA dinobatkan sebagai pemenang lomba Siskamling Tingkat Jawa Timur pada 10 Juli lalu. Aplikasi sistem keamanan warga (Sikara) mengantar mereka meraih penghargaan tersebut. Thoriq S....

Jumat, ASN Kerja Sampai Sore

SEMARANG - Pemprov Jateng mengubah jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Jika biasanya di hari Jumat jam kerja hanya sampai pukul 11.00, kini diperpanjang...

@HOM Beri Hadiah Tour Singapura

SEMARANG – @HOM Hotel Semarang memberikan tanda terima kasih kepada tamu hotel, melalui program ‘Sleep & Fly’. "Program ini dimulai dari 1 Januari  dan...

Potensi Bisnis Syariah Potensial

SEMARANG – Potensi pasar syariah di Jawa Tengah dinilai cukup besar. Sejumlah perusahaan jasa pelayanan keuangan pun mulai menggaet pasar ini, seperti perbankan, investasi...