33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Menelisik Kisah Para Polwan di Jawa Tengah

Rela Nyamar Jadi PSK

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM – Keberadaan polwan bukan hanya sebagai pelengkap. Sebagaimana dikemukakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di dalam tubuh Polri, Polwan menjadi kekuatan utama yang tidak berbeda dengan Polri. Tapi bagaimana kisah para Polwan yang telah memasuki usia ke-70 pada Sabtu (1/9) kemarin.

PRESTASI para Polwan tidak perlu diragukan lagi. Banyak Polwan sukses menunjukkan kebolehannya dalam menjalankan misi. Seperti yang pernah dilakukan Kapolsek Gajahmungkur, Semarang, Kompol Rochana Sulistyaningrum.

Demi membongkar sebuah kasus, secara pribadi ia turun langsung ke lapangan. Tak tanggung-tanggung, saat itu ia harus menyaru sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Hal ini dilakukan saat polisi wanita yang akrab disapa Sulis ini masih menjabat sebagai Kapolsek Wedarijaksa, Pati. Seorang kapolsek yang nyamar jadi PSK. Itulah yang ramai diperbincangkan di media massa kala itu.

Sulis berkisah, saat itu ia mendapat laporan dari masyarakat mengenai keberadaan tempat prostitusi berkedok warung kopi (Warkop). Keberadaan warkop ini membuat warga sekitar menjadi resah. ”Karena meresahkan, kami harus segera bertindak. Dan memang harus turun ke lapangan secara langsung,” ujar ibu dua anak ini.

Penyamaran dilakukan bersama satu anak buahnya yang juga Polwan. Mereka berdua mencoba membongkar warung kopi esek-esek ini dengan berpura-pura mencari pekerjaan. Kompak, mereka datang dan mengaku sebagai seorang janda yang harus bekerja menghidupi anak dan orangtuanya. Dan mucikari itu pun yakin.

”Saat itu, karena usia, oleh sang mucikari, katanya saya akan dicarikan brondong. Dia menganggap kalau brondong kan tidak punya uang. Katanya, yang penting saya bisa pulang bawa uang,” ujarnya menceritakan.

Mengenai keselamatan, ia mengaku tidak terlalu khawatir. Karena sebelumnya, ia sudah melakukan pemantauan di lokasi tersebut. Ditambah lagi, ia memang yakin bahwa misi yang diembannya akan berhasil.

Hanya saja, ia sempat khawatir penyamarannya terbongkar karena ternyata sang mucikari adalah biduan dangdut setempat yang sempat bertegur sapa dengannya saat ia sedang dalam tugas pengamanan. ”Bersyukur, penyamaran tidak diketahui dan akhirnya keesokan harinya kami melakukan penggerebekan. Kami berhasil membongkar kasus tersebut,” ujarnya.

Ide penyamaran ini, ia akui datang secara spontan. Ketika mendapat aduan, ia hanya berpikir bagaimana caranya ia bisa mengatasinya. ”Semata-mata hanya ingin melayani masyarakat,” kata dia.

Sulis menganggap, terjun langsung ke masyarkat menjadi hal yang sangat penting untuk mengetahui kondisi masyarakat. Padahal, sebenarnya kalau mau, ia bisa memerintahkan anak buah untuk melakukan penyelidikan dan menyampaikan laporan kepadanya.

”Bukan karena tidak percaya, tapi saya rasa saat itu memang perlu untuk terjun langsung. Awal tugas di sana, saya juga ditemani karena belum tahu medannya. Untuk yang ini, saya sudah melakukan pemantauan jauh-jauh hari,” bebernya sembari menceritakan bahwa keberhasilan mengungkap kasus ini pula yang mengantarkannya ke Polsek Gajahmungkur.

Ditanya apakah dia akan kembali melakukan penyamaran jika ada laporan di wilayahnya, Polsek Gajahmungkur, dengan ramah ia menjawab belum terpikirkan. ”Tergantung nanti inspirasi yang muncul apa,” ujar perempuan kelahiran tahun 1966 ini sembari tersenyum ramah.

Belum lama dinas di Semarang, Sulis juga didaulat menjadi 10 wanita hebat di Kota Semarang. Di hari Polwan yang jatuh pada 1 September kemarin, ia menyampaikan pesan kepada Polwan di seluruh Indonesia, khususnya Polwan muda untuk terus menjaga api semangat dalam melaksanakan tugas. Lebih lanjut, dalam menjalankan tugas harus disertai keikhlasan demi hasil yang lebih baik.

Ia juga meminta para Polwan untuk tidak minder dengan polisi laki-laki karena Polwan juga memiliki kelebihan. ”Tetap semangat, jangan minder. Bersama kita melayani masyarakat,” ujarnya. (sga/ida)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tuntutan Bui untuk Pengabdi

Dahlan Iskan, didakwa korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim, hari ini Kamis (13/4), membacakan pledoi atau pembelaan atas tuntutan jaksa pada...

Mendidik Menulis Siswa Zaman Now

RADARSEMARANG.COM - MENULIS bagi siswa zaman now patut dipertanyakan. Karena pelajar sekarang dengan gadget yang dimiliki lebih asyik ngegame sembari nongkrong di warung, daripada...

4 Wajib Pajak Nunggak PBB Hingga Rp 1,1 Miliar

SEMARANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, terus berupaya meningkatkan pendapatan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Salah satu langkah tegas dilakukan...

Rangsang Partisipasi Masyarakat Pemkot Bagi-Bagi Penghargaan

KOTA Semarang berjalan di atas empat roda yang harus berjalan beriringan yaitu pemerintah, pengusaha, pewarta dan penduduk. Kesemuanya harus mengedepankan kebersamaan untuk mewujudkan Semarang...

Masih Banyak yang Unas Pakai Kertas

DEMAK-Ujian nasional (Unas) tingkat SMP/MTs di Demak yang dimulai sejak kemarin masih banyak yang menggunakan sistem naskah soal ujian dengan model kertas dan pensil...

Percaya Penuh Pada Pilot

Oleh Dahlan Iskan Tentu ada ‘pertempuran’ besar di balik kecelakaan JT610: Boeing vs Lion Air. Produsen vs konsumen. Untuk jaga nama baik. Boeing tentu berusaha...