33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Mendidik dengan Baik

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Mahluk di dunia ini terbagi menjadi dua, yaitu mahluk hidup dan mahluk tidak hidup. Siswa adalah sebuah makhluk hidup yang karakternya tentu berbeda-beda karena berasal dari keluarga yang beragam, dari status sosial, kemampuan ekonomi serta kemampuan intelektual berbeda. Ada yangcerdas, ada yang nakal, ada yang kalem, dan ada yang suka jahil. Seorang guru, harus bisa mengantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan. Guru memiliki beberapa cara dalam menyampaikan materi kepada siswa.

Cara mendidik anak yang baik, benar, dan pintar tentunya menjadi sebuah tantangan bagi semua guru. Orang tua tentu ingin membesarkan anaknya dengan baik dan benar. Ini karena hal yang diajarkan kepada anak sejak dini akan melekat hingga mereka dewasa. Guru sebagai orang tua kedua juga harus seperti itu. Setiap guru tentu mempunyai cara mendidik yang berbeda terhadap siswanya.

Berikut tiga gaya pola guru di dalam mendidik. Pertama. Otoriter. Ini adalah gaya yang sangat ketat. Guru menetapkan aturan dengan harapan siswa dapat mengikuti aturan tersebut. Jika tidak mengikuti aturan, siswa biasanya akan mendapat hukuman. Guru yang mengikuti gaya ini biasanya tidak mau berdebat atau membicarakannya terlebih dahulu dengan si anak. Anak-anak akan ditarik dan mungkin tidak dapat berpikir untuk diri mereka sendiri. Karena mereka tidak pernah diberi kesempatan berbicara dan mengeluarkan pendapatnya sendiri.

Kedua, demokratis. Gaya pengasuhan seperti ini menetapkan aturan dan pedoman untuk siswa, tapi tidak otoriter. Guru harusnya jauh lebih terbuka untuk mendengarkan perkataan siswa dan memahami kebutuhan mereka. Jika melanggar aturan, siswa akan ditegur dengan cara halus dan tidak menggunakan kekerasan. Meski memantau dan mengawasi perilaku siswa, guru tidak akan ikut campur dalam kehidupan anak, misalnya ketika mencari teman. Guru baru akan ambil langkah jika merasa siswa dalam keadaan bahaya. Pola ini dianggap sebagai gaya bimbingan yang paling ideal dan paling umum dilakukan.

Ketiga, serba membolehkan. Siswa yang kita ajarkan dalam gaya permisif akan menunjukkan kecenderungan manja dan mengganggu. Siswa juga akan cenderung berperilaku buruk jika tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Karena guru dengan tipe seperti ini tidak menetapkan batasan atau peraturan. Meski ada peraturan, siswa biasanya akan melanggar. Jika ini menjadi gaya pola didik guru maka buatkan peraturan yang harus dipatuhi siswa dan jangan menyerah.

Guru sesekali bisa memberikan hadiah kepada siswa jika ia berperilaku baik. Hal ini bagus untuk masa depan siswa ketika menghadapi “dunia nyata” ketika tidak semua orang dapat memperlakukan dia seperti gurunya tersebut melebihi dari orang tua kandung sendiri. (kpig1)

 Guru MI Darussalam Juragan Kandeman Batang

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bukit Patranation Destinasi Wisata Alam Baru di Batang

Pemerintah Kabupaten Batang Jawa Tengah  terus menggenjot potensi wisata di daerah. Salah satunya destinasi wisata alam baru yang akan dibuka di Dukuh Patran Desa...

Fokuskan Pembangunan Pasar Desa

JAMBU - Desa Rejosari Kecamatan Jambu akan fokuskan pembangunan Pasar Desa di tahun 2018. Kehadiran Pasar Desa diprediksi mampu mendorong perekonomian warga yang sebagian...

Belajar Hemat dengan Menabung

MAGELANG – Gerakan gemar menabung perlu dikenalkan pada anak-anak sejak dini. Sebab menabung dapat mengajak anak untuk belajar hidup hemat. PD BPR Bank Magelang...

Warga Mlatiharjo, Deklarasi Tolak Hoax

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemandangan berbeda terjadi di wilayah Kecamatan Semarang Timur, Sabtu (10/3). Puluhan warga Jalan Cimanuk Mlatiharjo, Semarang Timur, menggelar aksi long march...

Petungkriyono Kiblat Wisata Pekalongan Masa Depan

PEKALONGAN - Gunung Petungkriyono menyimpan sejuta pesona. Alam yang masih asri dengan panorama indah membuat kawasan ini sangat potensial untuk dikembangkan jadi destinasi wisata....

Baru 24 Puskemas Layani Persalinan

KENDAL— Pemkab Kendal terus meningkatkan pelayanan kesehatan. Salah satunya memberi pelayanan bersalin di Puskesmas. Sejauh ini dari 30 sudah ada 24 Puskemas siap memberikan...