33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Lebih Senang Sistem COD

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – BELANJA online kian membudaya dengan segala kemudahannya. Hal ini membuat banyak orang berlomba-lomba memanfaatkan peluang untuk membuka bisnis yang memanfaatkan teknologi internet ini.

Seperti Rizky Sandyningtyas Putri Karno yang sejak 2015 membuka bisnis fashion online. Secara online, Putri –sapaan akrabnya- menjual berbagai macam produk, mulai hijab, baju hingga tas secara online.

Mulanya, Putri membuat jilbab handmade hanya untuk dipakai sendiri. Hingga banyak teman yang memesan hijab buatannya ketika melihat Putri memakai hijab buatannya ke kampus.

”Mulai dari teman-teman dekat. Dari mulut ke mulut. Sempat booming di fakultas saat itu,” tuturnya hingga akhirnya ia memasarkan produk-produknya via online dan memperluas segmentasinya.

Meskipun pembayaran saat ini dipermudah dengan sistem online, nyatanya perempuan kelahiran Semarang, 7 Desember 1994 ini lebih senang menjual produknya dengan cara COD atau bayar di tempat.

Sebab, dengan COD ia dapat membuat pelanggan merasa nyaman, karena percaya. Baik percaya dengan dirinya, maupun produk yang dia jual. Benar juga, dengan COD, pelanggannya bisa melihat secara langsung barang yang akan dibelinya.

”Penjual online sekarang banyak sekali. Jadi, yang bisa membedakan salah satunya ya itu, membuat pelanggan percaya dengan kita,” ujar Putri yang selalu konsen pada pelayanan ramah dan baik ke konsumenmya.

Dengan upaya memelihara kepercayaan konsumen, ia berhasil menjalankan bisnis online hingga saat ini. Bahkan, ia mampu menambah jenis produknya lewat kerjasama dengan brand fashion lokal. ”Hanya saja, dukanya adalah stok dari suplier yang nggak menentu. Sehingga sering juga nolak pesanan,” kata dia.

Tidak ada duka muncul tanpa adanya suka. Ia senang karena bisnisnya dapat berjalan sampai saat ini. Dengan sistem COD-nya, ia bisa lebih banyak memiliki kenalan. Ia juga merasa bisa melatih kesabaran ketika bertemu konsumen yang sedikit rewel. ”Suka duka pasti ada, dijalani saja,” kata penyuka semua jenis kuliner, kecuali pecel ini. (sga/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PU Kewalahan Tangani Jalan Ambles

SEJUMLAH titik jalan di Kota Semarang yang memiliki karakteristik tanah bergerak, sudah berulang kali dilakukan perbaikan pembangunan, namun kondisi jalan kembali rusak dan bergelombang....

Kembalikan Kejayaan Tenis Meja Jateng

SEMARANG - Ketua Umum Pengprov Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Tengah, Rukma Setyabudi menegaskan komitmennya untuk memajukan prestasi tenis meja di provinsi...

1.653 Keluarga Masih BAB Sembarangan

“Jika memang susah disadarkan, Pemkot perlu membuat regulasi yang mengatur hal ini.” Iwan Triteny Setyadi MAGELANG—Sebanyak 1.653 kepala keluarga (KK) dari 41.817 KK di Kota Magelang...

PDIP Gegabah, Bisa Dikalahkan

RADARSEMARANG.COM - SEMINGGU lagi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng bakal membuka pendaftaran pasangan calon (paslon) yang berniat bertarung dalam bursa Pilgub Jateng, 2018 mendatang....

Meretas Peran Siswa dalam Proses Belajar Mengajar

RADARSEMARANG.COM - Siswa merupakan subjek belajar yang harus didengarkan dan diperhatikan serta dipertimbangkan keinginan dan kebutuhannya dalam merencanakan maupun menentukan kebijakan pengelolaan proses belajar...

Hindari Pembagian Zakat Secara Langsung 

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pembagian zakat diharapkan tidak dibagikan secara masal dalam satu tempat. Hal itu dikatakan oleh Bupati Semarang Mundjirin ditemui usai membuka acara...