33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Hidup Sehat Sejak Usia Muda

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

POLA HIDUP: Selain faktor keturunan, penyakit menyerang mereka di usia muda karena buruknya gaya hidup. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POLA HIDUP: Selain faktor keturunan, penyakit menyerang mereka di usia muda karena buruknya gaya hidup. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – BEBERAPA tahun terakhir, banyak sekali jenis penyakit yang datangnya tanpa disadari. Tak cuma menyasar mereka yang berusia lanjut, penyakit berbahaya kini juga rentan menyerang anak muda.

Selain faktor keturunan, penyakit menyerang mereka di usia muda karena buruknya gaya hidup. Seperti pola makan tak teratur, merokok, konsumsi alkohol, kurang istirahat hingga tak pernah olahraga, hanya serentetan penyebab penyakit menjangkit tubuh manusia.  Beberapa penyakit mulai menjadi ancaman bagi anak-anak muda. Seperti penyakit kolesterol, gangguan pernapasan, penyakit hati, kanker, penyakit jantung sampai penyakit seperti stroke.

“Semua masyarakat, termasuk anak muda harus terus menjaga gaya hidup sehat agar kesehatan jasmani maupun rohani bisa tetap terjaga. Karena jika pola hidup tidak sehat, pasti akan banyak penyakit yang menyerang,” kata dokter spesialis gizi kesehatan, dr Meilina Sp GK.

Ia menambahkan, salah satu bagian dari gaya hidup sehat adalah dengan menjaga pola makan. Pola makan merupakan perilaku penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. “Prinsip gizi seimbang selain memperhatikan beberapa faktor itu, juga dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, kebersihan, pola hidup aktif dan olahraga, serta pemantauan berat badan ideal,” ucapnya.

Dokter yang bekerja di RS Telogorejo ini mengatakan banyak penyakit yang mulai mengancam masyarakat karena pola hidup yang kurang sehat. Seperti misalnya penyakit Komplikasi Akibat Diabetes Melitus. Diantara penyebab diabetes melitus yang seperti sering mengkonsumsi teh manis atau suka ngemil gorengan. Meski kecil, gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, penyebab diabetes melitus, dan stroke.  “Jadi bagi penderita tidak boleh makan-makanan yang mengandung gula. Apalagi tepung, gula tersembunyi-nya sangat tinggi,” tambahnya.

Semakin tingginya ancaman penyakit karena gaya hidup tidak sehat harus menjadi perhatian serius. Semua orang, harus memulai untuk hidup sehat, agar jasmani dan rohani bisa sehat. Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan agar bisa terus menjaga kesehatan tubuh.

Tidak lupa juga harus sering melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang cukup dan teratur setiap harinya. Tentunya dengan yang disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan masing-masing. Masyarakat juga harus mempertahankan berat badan ideal agar tidak mudah terserang penyakit.

Karena sekarang banyak anak-anak muda yang malas berolahraga dan lebih suka menghabiskan waktu bermain game. “Dan terakhir jangan lupa hindarilah minuman yang mengandung alkohol, karena itu tidak sehat,” pungkasnya. (fth/bas)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mirna Langsung Anggarkan Jembatan Kaliputih

KENDAL—Bupati Kendal Mirna Annisa terjun langsung meninjau Jembatan Kaliputih yang putus. Orang nomor satu di Kendal ini, meminta agar Dinas Pekerja Umum (DPU) Kendal...

Terus Edukasi Pedagang Daging 

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Menghadapi lebaran Idul Fitri 1439 H, Satpol PP Kota Salatiga bersama Dinas Pertanian mengadakan Patroli Edukasi para pedagang daging. Patroli dilaksanakan...

RSUD Tambah Dokter dan Jam Layanan

BATANG-Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Batang berinisiatif menambah dokter spesialis dan penambahan jam layanan hingga sore hari bagi pasien rawat jalan. Seiring...

Pensiun, Didoakan Jadi Kades

WONOSOBO—Lima anggota Polres Wonosobo memasuki masa purna tugas. Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan memimpin upacara penghormatan di lapangan Mapolres Wonosobo, Rabu (6/12). Kelima polisi yang...

Dongkrak Okupansi, Kenalkan Wisata Cirebon

SEMARANG – Manajemen dua hotel asal Kota Cirebon, yakni Hotel Santika Cirebon dan Amaris Cirebon, mengusung misi mengenalkan potensi wisata Kota Udang. Cara tersebut...

Pemkot Tak Tangani Relokasi Makam

"Kami tidak menangani relokasi makam yang terdampak jalan tol di daerah Ngaliyan tersebut. Sebab, makam itu dikelola warga." Suriyati - Kabid Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan...