33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Biar Bahaya asal Konsumen Lega

Ketika Over Dimensi dan Overloading Truk Disepelekan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Kementerian Perhubungan sedang gencar-gencar menyosialisasikan aturan over dimensi dan over loading (Odol) kepada pemilik kendaraan angkutan berat. Sosialisasi tersebut harus dilakukan ekstrakeras. Sebab, fakta di lapangan regulasi sering kalah dengan urusan perut.

SUDAH menjadi rahasia umum banyak kendaraan angkutan berat yang memodifikasi dimensinya. Alasannya sederhana, agar dapat lebih banyak mengangkut muatan. Meskipun sebenarnya pemilik dan sopir angkutan sadar bahwa hal tersebut membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Salah seorang sopir truk Tutut Ridwan mengatakan, truk yang biasa dibawanya memilik sasis dengan panjang 6,5 meter. Tapi, panjang bak truknya mencapai 8 meter. Tidak hanya diperpanjang, tinggi bak truk dimodifikasi dari 90 sentimeter menjadi 1,5 meter.

“Saya cuma bagian bawa (sopir, Red). Yang mengubah (dimensi bak truk, Red) yang punya (truk, Red). Yang diubah cuma panjang sama tingginya bak. Lebarnya tetap 2,5 meter,” ujarnya ditemui di kawasan ring road Mojosongo.

Karena dimensi bak truk telah diubah, maka volume muatan menjadi lebih banyak alias overloading. Tutut paham, dengan beban muatan berlebih tersebut menjadi truk lebih sulit dikendalikan. Bahkan dirinya punya pengalaman sasis truknya patah.

“Pernah truk tidak kuat menanjak karena kelebihan beban. Untung tidak sampai gelondor. Ditanjakan, roda harus diganjal ban dan melaju pelan-pelan. Ya mau bagaimana lagi, risikonya seperti itu. Sering ditegur petugas,” tegas Tutut yang siang itu membawa angkutan semen.

Karena truk lebih sulit dikendalikan akibat overloading, potensi terjadinya kecelakaan semakin besar. Tutut pun pernah menyampaikan kekhawatirannya itu kepada pemilik truk. “Tapi malah saya kena marah. Saya pilih manut daripada dipecat,” katanya.

Di tempat yang sama, Jawa Pos Radar Solo bertemu salah seorang pemilik kendaraan angkutan berat. Sebut saja Ateng. Dia memiliki lima unit truk yang tiga di antaranya diubah dimensinya. Tujuannya untuk mendapat keuntungan berlebih.

Memodifikasi dimensi truk tidak sesuai standar tersebut, lanjut Ateng, juga karena permintaan pelanggan yang biasa menyewa truknya untuk mengangkut barang. “Biar semua barang muat diangkut sekali jalan. Yang punya barang tidak mau rugi. Kalau diantar dua kali, pengantaran kali kedua cuma dibayar setengah harga. Rugi saya, padahal jaraknya sama, otomatis beli solarnya juga sama,” bebernya.

Modifikasi bak truk dilakukan Ateng di garasi miliknya di Kabupaten Rembang. Dia mencontohkan, jika dimensi truk tidak diubah, tiga truk hanya dapat mengangkut beban masing-masing 4 ton. Setelah dimodifikasi, volume barang yang diangkut bisa mencapai 5-6 ton.

Pria yang menekuni bisnis penyewaan truk selama 15 tahun ini mengetahui risiko keselamatan memodifikasi dimensi truk bagi anak buahnya. Tapi, dengan enteng dirinya mengatakan itu menjadi tanggung jawabnya. “Mau truknya rusak atau kenapa-kenapa, itu urusan saya,” katanya.

Menyikapi regulasi yang mengatur Odol, Ateng berharap pemerintah dapat memberikan waktu untuk adaptasi. “Minggu kemarin pengusaha sewa truk sudah dikumpulkan, ya sosialisasi soal Odol ini. Kami meminta jangka waktu paling setahun untuk mengembalikan dimensi truk. Karena baru disosialisasikan Agustus, masa September awal disuruh mengubah semua,” urainya. (atn/wa)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemkot Siapkan 1 Unit Rumah di BSB

SEMARANG-Target pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang cukup fantastis membuat jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, bekerja lebih ekstra agar capaiannya optimal....

Oktober, PLTSa Beroperasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Satu dari dua program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang saat ini telah memasuki tahap...

Nelayan Terjebak 10 Jam di Pulau Enceng Gondok

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Warga Desa Kelurahan, Kecamatan Tuntang, bisa lolos dari maut setelah terjebak di ‘pulau’ enceng gondok di danau Rawapening selama 10 jam....

6 Kecamatan Kabupaten Masuk Zonasi Kota

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Magelang dipastikan masuk dalam pembagian zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN Kota Magelang 2018. Enam...

Bupati Mirna Pulangkan Nelayan Kendal di Mimika

KENDAL-Sebanyak 116 nelayan asal Jateng yang terlibat konflik dengan nelayan Mimika, Papua akhirnya dipulangkan. Sebanyak 85 orang di antaranya merupakan nelayan asal Kendal yang...

Gandeng Anak Muda Awasi Pemilu Via Medos

MUNGKID—Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Magelang (Panwaskab) menggandeng sejumlah kalangan untuk mengawasi pemilu mendatang. Kali ini, mereka menggandeng kalangan remaja untuk mengawasi pemilu melalui media...