33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Pasar Kopi Belum Tergarap Maksimal

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Para petani kopi robusta di Kecamatan Jambu masih belum mampu merasakan hasil dari panennya. Hal itu dikatakan oleh Camat Jambu Moh Edy Sukarno, Kamis (30/8). Dikatakan Edy, untuk mewujudkannya dibutuhkan sejumlah trobosan dan juga komitmen bersama yang melibatkan Pemkab Semarang.

“Butuh peran pemerintah, daya ungkit sangat diperlukan guna menyelamatkan para petani kopi. Apalagi saat ini nilai tukar petani tidak sebanding dengan nilai tukar barang dan jasa,” katanya.

Saat ini di Kecamatan Jambu terdapat ada 3.663 kepala keluarga pemilik lahan kebun kopi dengan luasan lebih kurang 948 hektare. Luasan tersebut, dapat menghasilkan green bean kopi 750 ton hingga 1.100 ton atau 850 kilogram/hektare.“Adapun hasil panen tertinggi, bisa tercapai setiap empat tahun sekali. Siklus tersebut sudah terjadi 2017,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu komoditas kopi robusta dari kebun rakyat di Kecamatan Jambu mulai dipasarkan ke Timur Tengah setelah sebelumnya masuk pasar Jepang, Kanada, Prancis, Italia, dan Inggris.“Jika dahulu para pejuang berperang dengan senjata, kini petani harus ada solusi agar tidak dihimpit kapital. Jelas mati jika tidak bergerak dari sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Pendamping Petani Kopi di Kecamatan Jambu, Rosyid menjelaskan trobosan dan pengembangan lahan rendah karbon yang diterapkan di lereng Gunung Kelir Jambu sudah mendapat pengakuan dari lembaga sertifikasi organik.

Ditandai dengan keluarnya sertifikasi dari Indonesia Organic Farming Certification (INOFICE) yang berkedudukan di Bogor, Jawa Barat. “Sertifikat tersebut diterima oleh Kelompok Tani Karya Bakti II, Dusun Gendongan, Brongkol, Kecamatan Jambu pada 13 Agustus 2018,” kata Rosyid.

Dalam kelompok tani tersebut, lanjutnya, ada 55 orang petani pemilik 56.044 pohon yang ditanam di lahan seluas 35,0597 hektar. “Pascaditerimanya sertifikasi itu, kopi dari Kelompok Tani Karya Bakti II diberikan hak untuk menggunakan Logo Organik Indonesia,” ujarnya.

Terpisah, pengurus Kelompok Tani Karya Bakti II, Harno, 50, warga RT 01 RW V Dusun Gembongan, Brongkol mengatakan, selama dua tahun terakhir dia bersama anggota kelompok memang konsen terhadap pengolahan kopi rakyat. “Selain green bean, masyarakat bisa memperoleh olahan kopi honey, kopi wine, serta olahan kopi fullwash dan kopi semiwash,” kata Harno.

Dijelaskannya, proses pemasaran komditas tersebut memang butuh konsentrasi penuh. Meski sudah terbangun, namun pola pemasaran komoditas kopi tersebut belum juga maksimal. Sehingga para petani kopi masih belum merasakan dampak panen. “Prinsipnya kami siap menjaga stabilitas komoditas kopi lokal dari Jambu,” kata Harno. (ewb/bas)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...