33 C
Semarang
Jumat, 30 Oktober 2020

Bawaslu Loloskan Bacaleg Mantan Napi Korupsi

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang merekomendasikan KPU setempat meloloskan satu bakal calon legislatif (bacaleg) mantan terpidana korupsi. Bacaleg ini sebelumnya oleh KPU dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah, Joko Purnomo, menjelaskan, pengajuan sengketa ke Bawaslu terkait hal ini memang terjadi di beberapa wilayah di Jateng, seperti di Wonosobo, Blora, Rembang, dan di tingkat Jawa Tengah. Hanya saja, khusus Rembang, sengketa ini sudah sampai pada putusan.

”Setelah mediasi gagal, kemudian dari ajudikasi putusannya meloloskan gugatan parpol. Bacaleg yang kita TMS-kan itu direkomendasikan untuk dimasukkan kembali ke DCS,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Joko mengatakan, sikap KPU Provinsi maupun Kabupaten Rembang mengenai putusan ini adalah menindaklanjuti, dengan catatan menunggu arahan dan petunjuk KPU RI. Sebab, bagaimanapun KPU harus mematuhi PKPU No 20 Tahun 2018 yang sudah diundangkan. ”Banyak kasusnya, kalau langsung ditindaklanjuti KPU berpotensi melanggar PKPU,” jelasnya.

”Sehingga, besok (hari ini, Red) kita minta KPU Rembang menjawab putusan ini yang isinya menunggu KPU RI. Karena kita wajib menaati PKPU,” imbuhnya.

Pengamat politik Universitas Diponegoro, Teguh Yuwono, melihat keputusan Bawaslu didasarkan pada UU Pemilu bahwa mantan narapidana boleh mencalonkan diri asalkan menyatakan bahwa dirinya adalah mantan narapidana. Dengan dasar ini, ia katakan, putusan Bawaslu tidaklah melanggar hukum. Justru memperkuat UU yang ada.

”Hanya saja, yang menjadi persoalan adalah komitmen moralitas politik terhadap calon dari narapidana tersebut. Sebab, pertanyaannya adalah, kalau mantan narapidana boleh masuk jadi caleg, apakah tidak ada yang lebih baik?” katanya setengah bertanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain UU pemilu yang tidak melarang narapidana, standing position Bawaslu dalam hal ini adalah mengenai hak politik warga negara, di mana setiap orang memiliki hak untuk memilih dan dipilih.

”Kemudian bahwa orang yang selesai menjalani proses di lembaga pemasyarakatan, dan kembali menjadi masyarakat kan sudah normal. Saya kira itu yang menjadi standing position Bawaslu,” ujarnya.

Mengenai dampak yang paling memungkinkan, karena penyelenggara memberikan peluang, maka masyarakatlah yang harus memberikan perlawanan. Caranya, dengan tidak memilih caleg yang bermasalah tersebut.  ”Sebaiknya masyarakat, walaupun diloloskan Bawaslu, jangan dipilih mantan narapidana itu. Sebagai sebuah tindakan politik,” tegasnya.  (sga/aro)

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...