32.1 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

RKB Bagi Ilmu Desain Produk dan Kemasan pada IKM

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

PEKALONGAN – Untuk membantu para pelaku industri kecil menengah (IKM) meningatkan kemampuan teknologi industri, Dinas Perindustrian dan Teknik Industri Kota Pekalongan menggelar pelatihan desain produk dan desain kemasan pangan olahan di aula Witel Telkom Pekalongan, Senin (27/8/2018).

Kepala Dinas Perindustrian dan Teknik Industri Kota Pekalongan, Slamet Hariyadi mengungkapkan desain kemasan sangat berpengaruh terhadap pemasaran produk pelaku IKM.

“Pelatihan ini mengajak untuk meningkatkan kualitas produk. Tentu ke depannya akan mendukung perekonomian masyarakat Kota Pekalongan,” tuturnya.

Kemasan olahan pangan sangat penting karena  fungsinya sebagai penutup bahan makanan akan dikonsumsi. Pengemasan  dengan  mengutamakan  aspek kesehatan sangat penting. Pada pelatihan ini menghadirkan pembicara dari Disperindag Provinsi Jateng, Kepala Dinas Perindustrian dan Teknik Industri Kota Pekalongan, nutrisionis dari RS Siti Khotijah, dan dari perusahaan online Tokologi.com.

Kasi Makanan dan Minuman, M Wahyu menyampaikan pelatihan ini sebagai bentuk edukasi mengenai kesiapan dalam membuat suatu produk. Pelaku IKM harus tahu gambaran produk, desain produk, dan sasaran pemasaran produk.

Dikatakan Wahyu, kalau pelaku IKM mau berubah dan lebih kreatif akan ia support agar lebih berkembang. Harapannya para pelaku IKM olahan pangan mengedepankan hiegenisitas dan kesehatan, menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.

“Saat ini, beredar kerupuk dengan kandungan boraks. Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan akan melakukan monitoring tentang itu,”  paparnya.

Agar produk makanan khas Kota Pekalongan lebih memiliki ciri khas para pelaku IKM olahan pangan harus lebih kreatif mengeluarkan ide-ide seperti kerupuk dengan motif batik.

“Dengan ini tentu akan lebih menonjolkan ciri khas Kota Pekalongan dan dapat meningkatkan nilai jual produk.”

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 pelaku IKM olahan pangan di Kota Pekalongan. Para peserta pelatihan diwajibkan membawa produknya untuk didisplai dan dibahas dari segi produk dan desain produknya.

General Manager (GM) Witel Pekalongan Nanang Setiyo Utomo menambahkan pihaknya sebgai perusahaan plat merah sangat mendukung sekali dalam kegiatan tersebut.

“Kami mendukung kegiatan ini, dengan memberikan berbagai fasilitas terutama dari tim RKB yang memberikan pelatihan,” jelasnya. (han/lis)

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Temukan Fosil dan Patung Perunggu

DEMAK - Tim survey Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Demak belum lama ini menemukan situs cagar budaya alam di Desa Wonosekar, Kecamatan Karangawen. Penemuan...

Trofeo Persis Dijadwalkan Bulan November

SEMARANG – Manajemen Persis Solo saat ini tengah mematangkan rencana gelaran Trofeo Persis yang rencananya bakal digelar di Stadion Manahan bertepatan dengan perayaan HUT...

BOLAVOLI

SEMARANG - Tim voli putra yunior Jateng melewati hadangan pertama pada Kejuaraan Nasional Voli Yunior. Bertanding di GOR Tri Dharma Petro Gresik, Senin (27/10),...

Penggantian Logo Habiskan Anggaran

PEKALONGAN - Penggantian logo Kota Pekalongan akhirnya secara resmi diterapkan, meski menuai pro dan kontra dalam pelaksanaannya. Satu di antara kelurahan ‎yang menjadi...

More Articles Like This

- Advertisement -