33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Perlindungan Perempuan dan Anak Belum Maksimal

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Kota Salatiga sebagai kota pelajar dinilai belum memberikan konstribusi cukup bagi peningkatan Perlindungan Perempuan dan Anak. Salah satu indikasinya adalah tidak ada inovasi  sehingga isu perlindungan perempuan dan anak menjadi stagnan. Hal itu diungkapkan Samsul Ridwan, Sekretariat Nasional Perlindungan Anak usai menjadi narasumber Seminar Advokasi Perempuan dan Anak yang diselenggarakan oleh PD Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kota Salatiga, Sabtu (25/8) kemarin.

Seminar mengundang dua narasumber, yakni Samsul Ridwan, dari Seknas Perlindungan Anak dan Ipda Henri Widyoriani dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres salatiga. Acara ini dihadiri oleh  keluarga besar Nasyiatul Aisyiyah  dan  keluarga  besar organisasi masyarakat perempuan di kota Salatiga.“Kami sangat berharap banyak kepada kota Salatiga sebagai kota pelajar. Namun dalam urusan Perlindungan Perempuan dan Anak masih kurang greget,” urai Samsul.

Menurut dia, perlu energi yang besar untuk mendorong gerbong statis ini. Dirinya sangat berharap komunitas ormas dan organisasi mahasiswa mempunyai menjadi lokomotif. Mengenai kasus kekerasan, Samsul menuturkan, selama ini ketika berbicara mengenai kekerasan, khususnya pada anak biasanya diasumsikan anak perempuan paling banyak sebagai korban. Namun ini terbantahkan degan data survei kekerasan thdp anak th 2013 bahwa korban juga anak laki laki.

“Perlindungan perempuan dan anak sangat luas dan tanggung jawab tidak hanya di pundak pemerintah saja. Aturan sudah menempatkan masyarakat menjadi strategis. Selain itu, di Jateng shelter, rumah aman ata save house bagi korban sangat tidak mencukupi, bahkan di setiap Kabupaten/Kota tidak memiliki,” imbuh dia.

Sementara itu, ketua panitia seminar Fulatul Annisa menuturkan, tema Perempuan tanggap dan bijak dalam menyikapi era digital dipilih karena perkembangan tehnologi pada jaman ini terus berevolusi hingga semakin canggih dan mendunia. Di segenap lini kehidupan, masyarakat tidak tidak bisa lepas dari sentuhan teknologi, baik anak- anak, remaja hingga orang tua. “Melihat kenyataan tersebut , perempuan harus tampil, tanggap dan bijak dalam menyikapi tantangan dahsyat di era digital ini,” terang Fulatul. (sas/bas)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ulang Tahun Cantik di Tengah Situasi Sulit

RADARSEMARANG.COM - Tanggal 1 April kemarin, Jawa Pos Radar Semarang genap berusia 18 tahun. Usia yang dianggap sakral bagi sebagian orang. Pada usia inilah,...

Sudirman Said Perbesar Koalisi Parpol Pendukung

SEMARANG- Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said, terus berupaya memperbesar koalisi partai-partai yang akan mengusungnya dalam Pilkada Jateng 2018 mendatang. Langkah itu dilakukan...

Bongkar Jembatan Tua

RADARSEMARANG.COM - SEJUMLAH pekerja tengah membongkar jembatan yang menghubungkan wilayah Kemijen dan Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang Utara, kemarin.

Menelusuri Sisa-Sisa Kampung Begal di Lampung (2/Habis)

JawaPos.com – Dari kejauhan, terlihat sekumpulan warga di pos keamanan lingkungan (poskamling). Sebagian tampak bercengkerama sambil menyeruput kopi. Lainnya duduk bersila sembari menatap ke...

Istri Bos Pil PCC Ikut Diperiksa

SEMARANG-Polda Jateng terus mengusut kasus penggerebekan pabrik pil PCC di Jalan Halmahera, Karang Tempel, Semarang, Minggu (3/2) lalu. Selain memeriksa dan menahan 20 tersangka,...

7 Napi Lapas Pekalongan Kabur

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 7 narapida narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Pekalongan kabur. Mereka dilaporkan kabur dengan memanjat dinding Lapas dengan tangga,...