33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Kirab Budaya Meriahkan Hari Jadi ke 396 Kabupaten Pekalongan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – KIRAB budaya dengan tokoh Ki Ageng Cempaluk, pendiri Kabupaten Pekalongan, yang digelar Sabtu (25/8), semakin menyemarakkan Hari Jadi ke-396 Kabupaten Pekalongan.

Berbagai prosesi mewarnai kirab budaya ini, diantaranya penyerahan berbagai pusaka dan panji Cempaluk, penanaman pohon asam, memecahkan kendi berisi air tujuh sumur, hingga kirab kereta pataka dengan melibatkan 57 kereta kuda, yang berjalan iringan-iringan menuju pendapa rumah dinas Bupati Pekalongan di Kota Kajen.

Prosesi kirab diawali penyerahan mapanji Cempaluk, dari sesepuh Kabupaten Pekalongan KH Roziqin Daman, selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pekalongan. Kemudian penyerahan untuk galih asem kepada bupati, bendara pataka, bendera merah putih, kendi berisi air tujuh sumur untuk disiramkan saat penanaman pohon asam.

Selanjutnya, mapanji Cempaluk dan ombe rampenya dibawa ke kereta pataka, diawali di depannya ada senopati yang membawa bendera merah putih, dengan mengendarai kuda. Di belakangnya ada kereta Bupati Pekalongan, Wakil Bupati Pekalongan, Forkompinda, hingga camat.

Iring-iringan 57 kereta menjadi perhatian ribuan masyarakat Kabupaten Pekalongan, karena kirab budaya ini baru pertama kali dilakukan. Sepanjang rute kirab, mulai dari pendapa kantor Kecamatan Kesesi hingga menuju pendapa rumah dinas bupati di Kota Kajen. Ribuan masyarakat berjejer di tepi jalan menyambut jalannya kirab  budaya ini, dengan rasa senang dan bangga akan budayanya sendiri.

Kirab budaya ini rencananya akan menjadi agenda rutin untuk menciptakan sejarah Kabupaten Pekalongan dengan menghormati Ki Ageng Cempaluk.

Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi, SH MSi mengatakan bahwa kirab budaya ini untuk mengangkat ketokohan dan nilai-nilai spiritual Ki Ageng Cempaluk. Diantaranya, dengan menanam pohon asam yang merupakan simbol perjuangan.

“Asam ini pertama rasanya masam tapi membawa hikmah di badan segar dan kuat. Dengan memecahkan kendi bersama-sama memiliki filosofi jika ada masalah maka hal yang paling penting untuk diselesaikan bersama-sama. Membangun tidak bisa berdiri sendiri tapi harus bersama-sama, jika ada persoalan terutama berkaitan dengan tata kelola pemerintahan dan kondisi kemasyarakatan, maka sebagai pemangku kepentingan di pemerintahan harus bekerjasama dengan semua stakeholder. Inilah filosofi kirab budaya,” tutur Bupati Asip.

Dalam kirab budaya tersebut, pusaka Kabupaten Pekalongan Kiai Brojol, bendera pusaka dan pataka Kabupaten Pekalongan, serta dua tombak kekayaan pusaka Kabupaten Pekalongan, selanjutnya disimpan di pendapa.  (thd/adv/zal)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...