33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

25.590 Warga Belum Rekam E-KTP

Distribusi Blangko E-KTP Jadi Kendala

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Distribusi blangko E-KTP dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih menjadi kendala. Hal itu dikatakan Kabid Kependudukan Dispendukcapil Kabupaten Semarang Agus Saryanto.

Dikatakannya, saat ini belum semua masyarakat Kabupaten Semarang melakukan rekam data. Sehingga kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan masih dipandang rendah. “Sebanyak 25.590 warga wajib E-KTP belum melakukan terekam data. Distribusi blangko dari pusat tidak konsisten,” ujar Agus, Senin (27/8).

Padahal segala upaya sudah dilakukan Pemkab Semarang. Diantaranya fasilitas rekam data yang bisa dilakukan di masing-masing kantor kecamatan dan Dispendukcapil sendiri. Juga upaya lain yaitu sistem jemput bola dengan mendatangi ke sekolah-sekolah.

“Syarat rekam data padahal cukup mudah untuk warga dengan surat pengantar plus kartu keluarga, kalau siswa yang mau di sekolah cukup bawa kartu keluarga,” tuturnya. Dalam waktu dekat, Dispendukcapil akan melakukan rekam data di tiga sekolah.

Diantaranya SMAN 1 Bringin dan SMA N 1 Bergas. Diakui agus, rekam data di sekolah lebih efektif ketimbang menunggu di kantor kecamatan. “Lebih efektif disekolahan karena mereka hanya membawa fotokopi KK, tidak usah pengantar, yang penting orang itu sudah berumur 16 tahun,” ujarnya.

Meski rekam data bisa dilakukan kepada siswa usia 16 tahun, pencetakaan bisa dilakukan setelah mereka berusia 17 tahun. “Diprioritaskan siswa berusia 17 tahun sebelum 17 April 2019 untuk kebutuhan Pemilu, Pileg, dan Pilpres itu di prioritaskan,” katanya.

Terkait persiapan tersebut, pihaknya selalu melakukan suport data ke KPU Kabupaten Semarang untuk kepentingan pendataan pemilih. “Saat KPU ke alapangan pakai data dari kita untuk cek dilapangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang Budi Kristiono mengungkapkan jika untuk E-KTP diberikan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar yang bersumber dari APBD perubahan. “Kurang 3,3 persen per Juli 2018 masyarakat Kabupaten Semarang yang belum rekam data,” tuturnya.

Upaya jemput bola, menurutnya sangat efektif. Dikatakannya keefektifan rekam data disekolah itu bisa mencapai 50 persen. Budi juga menjelaskan jika per 1 September 2018 nanti program KIA akan dilaksanakan. Dimana stok blangko untuk Kartu Identotas Anak (KIA) yang sudah siap mencapai 36 ribu. “Target kita ya menghabiskan stok blangko itu, untuk anggaran juga disuport dari APBD Kabupaten Semarang,” katanya.

Adapun tatacara permohonan KIA yaitu menyertakan akta kelahiran anak. Kemudian maksimal 10 hari KIA sudah bisa diambil di kantor Dispendukcapil Kabupaten Semarang. “Untuk pelayanan KIA hanya di kantor Dispendukcapil saja,” katanya.

Dijelaskan lebih lanjut, adapun alat cetak yang digunakan untuk KIA sama dengan E-KTP. Sehingga, ia memastikan jika sarpras KIA tidak mengalami kendala. “Fungsi KIA untuk legalitas anak selain akte kelahiran. KIA berlaku sampai usia H-1 17 tahun,” ujarnya. (ewb/bas)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lebaran, PDAM Jamin Distribusi Air Aman

SEMARANG - Layanan distribusi air PDAM Tirta Moedal Kota Semarang selama libur Hari Raya Idul Fitri 1438 H tetap sama seperti pelayanan hari-hari biasa....

Heboh, Roadshow Kampung Hebat di Pedurungan Kidul

SEMARANG - Ribuan warga mengikuti Roadshow Kampung Hebat seri keempat yang diselenggarakan di lapangan RW X Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan. Sejak pukul 06.00...

UKSW Miliki Laser Cutting Terbaru 

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Pusat studi E-SisTem Fakultas Sains dan Matematika (FSM) meresmikan Laboratorium Inovasi Media Edukasi yang berada di gedung C Universitas Kristen Satya...

Janji Perkuat 4 Pilar Kebangsaan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Monalisa CF Daniel terpilih menjadi pimpinan DPW Srikandi Pemuda Pancasila Jawa Tengah periode 2017-2021. Dia terpilih secara aklamasi dalam muswil yang digelar...

Anggota Kodim Diuji

MAGELANG - Kodim 0705/Magelang, Rabu (12/4) lalu menggelar Uji Terampil Jabatan (UTJ) bagi anggota yang menduduki jabatan di Makodim maupun jabatan di Koramil.  UTJ...

Layanan Digital untuk Meningkatkan Kesejahteraan

RADARSEMARANG.COM - Kesejahteraan adalah hak setiap orang. Namun, harus diakui bahwa dalam kenyataannya masih terdapat kelompok-kelompok masyarakat tertentu yang belum dapat mencapai kesejahteraan tersebut....