33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Taksi Online akan Mogok

Pengemudi Tuntut Perubahan Skema Bonus

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Puluhan pengemudi taksi online yang tergabung dalam Salatiga Bersatu (SB), Kamis (23/8) siang mendatangi kantor cabang PT Gojek Indonesia (GI) di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga. Mereka menuntut perubahan skema poin dan insentif.

Koordinator aksi, Fahrudin, 40, menjelaskan, pihaknya menuntut perubahan kembali skema poin yang sebelumnya sudah dijalankan yaitu 8, 12 dan 16 poin. Untuk 8 poin bonusnya Rp 50 ribu, sedangkan 12 poin bonusnya Rp 120 ribu dan 16 poin bonusnya Rp 220 ribu.

“Namun sudah dua bulan ini skemanya diubah (menjadi) 9 dan 16. Untuk 9 poin bonus Rp 50 ribu, terus 16 poin bonus Rp 120 ribu. Poin itulah yang kita tuntut diubah saat ini,” tandas Fahrudin saat ditemui usai berdialog dengan manajemen PT GI.

Dikatakan Fahrudin, perubahan skema tersebut mengakibatkan penurunan bonus dan merugikan pengemudi. “Karena dalam sehari, bisa narik sampai 16 kali hanya mendapatkan uang kotor sekitar Rp 120 ribu plus uang tunainya sekitar Rp 160 ribu, ya sekitar Rp280 ribu, belum potongannya. Untuk beli bensin dan sebagainya, habis,” kata dia.

Sementara untuk meraih 16 poin di Salatiga, kata dia, sangat susah sekali. Hal ini dikarenakan wilayah Kota Salatiga kecil dan juga ada angkutan lainnya sehingga sulit tutup poin. Selain itu, mereka juga menuntut adanya penambahan areal beroperasi yang meliputi daerah sekitar Kota Salatiga yang masuk Kabupaten Semarang.

Dalam kesempatan itu, Fahrudin dan rekan-rekannya juga sepakat untuk tidak menarik penumpang atau mogok operasi selama belum ada keputusan dari PT GI Salatiga. “Kita sepakat selama belum ada keputusan, kita off dulu,” katanya yang disambut teriakkan setuju puluhan rekan-rekannya.

Sementara City Head PT GI Cabang Salatiga, Victor yang didaulat menemui para pengemudi mengatakan, hasil dari tuntutan pengemudi akan disampaikan maksimal pada 28 Agustus 2018. “Nanti hasilnya akan kami sampaikan melalui koordinator,” ujarnya singkat. (sas/ton)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...