31 C
Semarang
Senin, 30 November 2020

Polisi Mulai Selidiki Dancing Fountain

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Polres Magelang Kota mulai menyelidiki terhadap keberadaan air mancur menari atau dancing fountain yang terletak di Alun-alun Kota Magelang. Penyelidikan ini didasari dengan adanya dugaan ketidakwajaran pembangunan, baik nilai anggaran hingga proses pengerjaannya.

“Masalah dancing fountain tersebut saat ini memang sedang kami selidiki. Kami masih menelisik dugaan-dugaan di seputar pembangunan dancing fountain hingga saat ini,” tegas Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan. Terlebih, anggaran pembangunan dancing fountain yang sangat besar. Belum lama diresmikan, wahana hiburan baru tersebut ditutup untuk diperbaiki.

Kristanto menegaskan, pihaknya sangat serius dalam menyelidiki dugaan kasus dancing fountain. Bahan Polres sudah memanggil Kasi Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Yetty Setyaningsih selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan dancing fountain. “Bahkan kami juga sudah menerjunkan saksi ahli dalam penyelidikan dugaan kasus dancing fountain,” tandas Kristanto.

Saat disinggung mengenai adanya penyalahgunaan administrasi maupun dugaan korupsi, Kristanto enggan menjelaskan lebih lanjut. Sebab pihaknya masih mengumpulkan data-data dan keterangan. Mengenai proses administrasi penganggaran dancing fountain yang diduga bermasalah, Kristanto menegasan, itu bukan menjadi kewenangannya.

“Kami fokus pada hasil fisik bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi serta proses pengerjaannya. Terlebih proses pengerjaan dancing fountain malah disubproyekkan, jelas ini ada sesuatu,” ujar Kristanto.

Sementara itu, Yetty Setyaningsih, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon maupun whatsApp, tidak memberikan respon atau jawaban. (had/ton)

More articles

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...