33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Mayat Bayi Dikubur di Kompleks Masjid

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Warga Kelurahan Sambiroto Kecamatan Tembalang digegerkan adanya temuan orok bayi yang dikubur di lingkungan Kompleks Masjid Al Wali. Mayat bayi perempuan tersebut diduga telah meninggal empat hari sejak ditemukan pada Rabu (22/8) sekitar pukul 16.00.

Orok tersebut kali pertama ditemukan oleh warga sekitar, Yuli Ardrin, 49, saat bersih-bersih usai melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Warga tersebut merasa penasaran adanya gundukan tanah yang di atasnya disertai taburan bunga.

Saat dilakukan penggalian, seketika Yuli Ardrin terkejut lantaran di dalam gundukan tanah tersebut terdapat mayat bayi. Temuan itu lantas disampaikan kepada sekuriti masjid, diteruskan ke petugas Polsek Tembalang.

“Begitu ada laporan penemuan orok, kita langsung koordinasi dengan Inafis Polrestabes Semarang dan tim Dokkes Polda Jateng untuk melakukan identifikasi,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Tembalang, AKP Haryono, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (23/8).

Setelah dilakukan identifikasi oleh petugas, jasad bayi tersebut diduga berusia sembilan bulan dalam kandungan. Diperkirakan sudah meninggal empat hari sebelum ditemukan pada Rabu (22/8) sekitar pukul 16.00.

“Dugaannya, orok bayi dikubur hari Minggu (19/8) lalu. Ada saksi yang melihat, ada seorang laki-laki pada minggu malam yang gerak-geriknya mencurigakan. Dikubur kurang lebih sedalam 25 sentimeter,” katanya.

Mayat bayi itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang guna dilakukan otopsi. Saat ini, kasus temuan orok tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan Polrestabes Semarang.  “Kasus ini ditangani oleh Polrestabes Semarang, karena ada unsur undang-undang perlindungan anak,” ujar Kapolsek Tembalang, Kompol Budi Rahmadi. (mha/aro)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...