33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Empu Subandi Empu Keris Zaman Now

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – SAYA mengenal Empu Subandi dari beberapa sumber di media sosial termasuk video pendeknya mengenai pembuatan keris di besalennya. Setelah itu, ada kesempatan bertemu beliau di Museum Keris Solo. Beliau yang ramah dan sabar, cukup membuat saya senang bertanya tentang keris dan segala ilmu metalurginya.

Ketika saya mendapat tugas mendesain baliho untuk FEB Unika Soegijapranata, saya berpikir FEB Unika harus dikomunikasikan dengan baik dalam bentuk visual. Setelah berpikir mencari ide dan riset sederhana, saya dibantu sharing dengan tim, memutuskan untuk mengikonkan Empu Subandi Suponingrat sebagai empu zaman now yang masih setia melestarikan pembuatan keris dengan cara lama dan penuh dedikasi.

Saya berpikir ada persamaan antara sebuah kampus dan seorang empu keris dalam menghasilkan output terutama dalam prosesnya. Kalau kampus menghasilkan sarjana yang mumpuni, sedangkan empu keris menghasilkan sebilah keris yang indah kuat dan berguna bagi pemiliknya. Saya pikir, tentu tidak mudah kampus mendidik sarjana yang mumpuni. Banyak proses yang harus dicapai. Demikian juga dengan sebilah keris.

Kemudian saya sowan ke besalen beliau. Kami mendapat izin untuk mengambil gambar beliau ketika mulai membuat keris pesanan. Kami mengambil gambar seharian ketika Empu Subandi membuka dengan ritual penempaan perdana dengan berbagai ubo rampe-nya, para panjak mulai menempa besi membuat saton, menyisipkan baja untuk slorok dan mulai menyelipkan pamor berupa nikel. Besi, baja dan pamor nikel harus disatukan dalam keadaan membara 1200 derajat Celcisus. Besalen Empu Subandi masih menggunakan arang kayu jati sebagai bahan bakar.

Kemudian membuat lapisan pamor dari nikel atau iron meteorit. Pekerjaan melipat bisa saja berlangsung ratusan atau ribuan kali lipatan. Lipatan–lipatan ini kemudian ditempa. Jika menggunakan iron meteorit harus di-tapis dahulu karena meteor bisa pecah berkeping-keping bila ditempa. Di-tapis adalah menyelipkan iron meteorit ke kotak besi dan menempa sampai besinya habis. Penggunaan meteor sebagai pamor juga berisiko karena bisa hilang menguap. Setelah kodokan atau bakal keris jadi, maka masuk tahap menatah dan membentuk keris baik menjadi lurus atau berkelok atau luk. Ditatah dibentuk di-gerinda lagi. Setelah itu di-sepuh yaitu dipanaskan membara kemudian di-celup di dalam minyak untuk mengeraskan bilahkeris. Tahap berikutnya adalah merendam dengan cairan belerang supaya membuka pori-pori bilah. Kemudian mewarangi dengan cairan arsenikum. Dari situ akan terlihat pola pamor yang indah. Cairan arsenikum akan menghitamkan logam besi dan mencerahkan logam pamor baik dari nikel atau iron meteorit. Setelah itu, bilah keris dibuat wadah yang disebut warangka yang terbuat dari kayu pilihan, gading gajah, geraham ikan paus tanduk kerbau albino dan seterusnya. Mendhak atau cincin keris akan dibuat indah dengan berbagai motif, seringkali menggunakan intan berlian. Maka selesailah sebuah kesatuan bilah keris jadi. Pengerjaan sebilah keris melibatkan empu yang merancang keris, panjak yang menempa tiga logam itu menjadi satuan yang kuat dan indah, mranggi yang membuat warangka kayu, tukang tatah untuk membuat pendhok keris dari logam-logam terbaik, tukang emas untuk menghias dan membuat mendhak selut dengan hiasan batu mulia.

Saya berpikir pekerjaan dosen di perguruan tinggi juga hampir sama dengan seorang empu. Kegiatan menempanya adalah menyiapkan anak muda lulusan pendidikan menengah untuk menjadi sarjana. Mendidik mereka dengan logika ilmu yang baik. Menyiapkan mereka dengan berbagai ilmu yang diminati. Mendidik mereka soft skill tentang kepemimpinan dan kewirausahaan. Sampai akhirnya mendapat gelar akademis kesarjanaan.

Sehingga kampus yang baik adalah kampus yang menyiapkan calon lulusannya seperti empu yang menciptakan keris. Maka desain baliho dengan ikon Empu Subandi sedang menempa keris, saya pikir tepat dalam menggambarkan bagaimana usaha FEB Unika Soegijapranata menyiapkan lulusannya. Rahayu (*)

*) Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unika Soegijapranata

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...