32 C
Semarang
Rabu, 23 Juni 2021

KY Jemput Bola Jaring CHA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Untuk memperoleh calon hakim agung (CHA) tahun 2018 yang berkualitas dan berintegritas, Komisi Yudisial (KY) RI bakal melakukan jemput bola dalam penjaringan ke masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah, maupun kalangan badan peradilan. Hal itu disampaikan, Juru Bicara KY RI, Farid Wajdi, menyikapi agenda penerimaan CHA yang sudah digelar lembaganya.

Menurut Farid, KY dituntut meningkatkan kuantitas maupun kualitas calon agar dapat merespons kondisi terkini. “Dalam upaya meningkatkan partisipasi publik dalam mengikuti seleksi CHA, kami mengundang putra putri terbaik bangsa yang memenuhi syarat untuk dapat mengikuti proses seleksi CHA. Harapannya, visi mewujudkan badan peradilan agung dapat diraih,” kata Farid Wajdi kepada Jawa Pos Radar Semarang, melalui telepon selularnya, Kamis (23/8).

Ia menilai, para calon potensial tersebut di antaranya ada ketua, wakil ketua dan hakim tinggi dari Pengadilan Tinggi (PT), Pengadilan Tinggi Agama (PTA), Pengadilan Tinggi TUN (PT TUN), dan Pengadilan Militer Tinggi. Sedangkan, jalur nonkarier, KY menyasar praktisi hukum yang bergelar doktor dan berpengalaman di bidang hukum sekurang-kurangnya 20 tahun, baik dari unsur akademisi maupun advokat, notaris, dan lainnya.

“Adanya kekosongan jabatan hakim agung, maka MA membutuhkan 8 orang hakim agung. Di antaranya 1 orang untuk kamar pidana, 1 orang kamar agama, 2 orang untuk kamar militer, 3 orang untuk kamar perdata, dan 1 orang untuk kamar Tata Usaha Negara khusus pajak,” jelasnya.

Terpisah, Plt Koordinator Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jateng, Muhammad Farhan menambahkan bahwa selain mengusulkan pengangkatan hakim agung dan hakim ad hoc di MA kepada DPR, KY juga mempunyai wewenang menetapkan Kode Etik dan/atau Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) bersama-sama dengan Mahkamah Agung. Selain itu, KY juga menjaga dan menegakkan pelaksanaan KEPPH. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar para hakim selalu berpegang teguh pada KEPPH. “KY adalah mitra hakim, sehingga tidak perlu ditakuti. Tugas KY juga untuk menjaga hakim agar dapat dihormati masyarakat,” kata Farhan. (jks/ida)

Latest news

Related news