33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Kendal Belum Ramah Difabel

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Keberdaan kantor dan instansi pelayanan publik di Kendal dinilai belum memperhatikan hak-hak para penyandang disabilitas. Yakni berupa pemenuhan fasilitas penunjang aktivitas agar para penyandang difabel itu bisa mengakses layanan selayaknya orang normal.

Kepala Dinas Sosial mengatakan dari data yang dimilikinya, Jumlah kaum difabel di Kendal ada sebanyak 3.105 jiwa. Baik yang mengalami keterbatasan fisik, kognitif, mental, sensorik, emosional maupun perkembangan.

Padahal para penyandang difabel ini menurutnya memiliki hak untuk menikmati hidup baik beraktivitas  maupun bersosial seperti selayaknya orang normal. Yakni mengacu amanat Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Selain hak mendapatkan perawatan dan pengasuhan yang menjamin kelangsungan hidup, penyandang disabilitas juga berhak untuk mendapatkan aksesibilitas. Yakni akses khusus untuk memanfaatkan pelayanan publik bagi penyandang cacat.

“Rata-rata di Kendal baik instansi milik pemerintah maupun swasta belum memenuhi hak penyandang disabilitas. seperti penyediaan jalur pelayanan khusus serta tempat khusus bagi penyandang cacat,” tandasnya.

Ia mencontohkan penyediaan jalur yang dilengkapi guiding block bagi penyandang tuna netra, hampir semua kantor pelayanan publik belum menyediakan. Di kantor perbankan misalnya wajib menyediakan teler khusus, sehingga penyandang cacat tidak perlu susah berdiri. “Tapi kalau kami lihat belum ada,” tuturnya.

Contoh lain adalah, pelayanan khusus kaum difabel adalah lantai satu saja. Tidak boleh berada di atas gedung ketinggian. Hal ini untuk memudahkan mereka bisa mengakes layanan secara mandiri. “Kaum disabilitas ini tidak perlu dikasihani dibantu, tapi perlu untuk dipenuhi hak-haknya,” tandansya.

Sekretaris Dinas Sosial, Alfebian Yolando mengatakan Dinsos Kendal sudah berupaya melakukan sosialisasi ke kantor-kantor pelayan publik. Yakni untuk menyediakan pelayanan khusus kaum difabel. Seperti balai desa, perbankan, maupun kantor pemerintahan.

“Namun kami juga tidak bisa memaksa untuk mengharuskan menyediakan layanan khusus kaum difabel. Semua kami kembalikan kepada masing-masing kantor pelayanan. Semoga dengan sosialisasi ini ada kesadaran semua pihak untuk peduli kepada kaum difabel,” kata Allfeban. (bud/bas)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...