29 C
Semarang
Selasa, 20 April 2021

Wali Kota Harapkan Kerjasama Pariwisata

Sambut Kedatangan Bangsawan Malaysia

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyambut baik kedatangan Bangsawan Malaysia, Yang Mulia Datu Tuan Raja Azhar Bin Yang Mulia Datu Raja Wahab ke Semarang. Hendi -sapaan akrabnya- berharap dapat terjalin hubungan kerjasama antara Indonesia, khususnya Semarang dengan Malaysia, terutama dalam hal pariwisata.

Semarang, dikatakan Hendi, memiliki banyak wisata yang dapat dijadikan sebagai jujukan. Seperti Klenteng Sam Poo Kong, Masjid Agung Jawa Tengah, Makam Maulana Syekh Jumadil Kubro, Kota Lama dan sejumlah wisata lainnya, termasuk wisata kulinernya. ”Kami siap melangkah bersama. Semarang siap membawa warga Kota Semarang untuk datang ke Kelantan. Begitupun kami harap sebaliknya,” ujar Hendi.

Kedatangan bangsawan Malaysia ini untuk menjalin silaturrahim. Selain itu, melakukan bakti sosial. Sebab, kepada masyarakat Jawa Tengah, Bangsawan Malaysia ini menyumbangkan 36 ekor sapi kurban yang secara simbolis diserahkan kepada Wali Kota Semarang.

Putra sekaligus perwakilan Yang Mulia Datu Tuan Raja Azhar Bin Yang Mulia Datu Raja Wahab, Mohamad Sahrulnizam mengatakan hewan kurban yang diserahkan bertambah menjadi 36 sapi dari 22 sapi. Ia merincikan, dari jumlah tersebut empat sapi kurban diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah, Wali Kota Semarang, Bupati Demak, Polda Jateng, Polres Demak, Masjid Sunan Kalijaga Demak, dua ekor untuk Kodim Demak. Sementara itu, 10 ekor sapi diberikan kepada masyarakat Kadilangu Demak untuk kegiatan Gebyar Idul Adha 25 Agustus mendatang. ”Kami ke sini untuk kegiatan sosial. Selain itu, untuk menjalin silaturrahim,” katanya usai penyerahan hewan kurban secara simbolik di Po Hotel Semarang, Minggu (19/8) kemarin.

Sementara itu, Panembahan Ahli Waris Sunan Kalijaga Demak, Mbah Rahmad mengapresiasi rencana kegiatan Gebyar Idul Adha di Kadilangu Demak. Apresiasi juga ia berikan atas didirikannya Yayasan Raja Sakti At Thomim Sunan Kalijaga Malaysia yang didirikan di Kadilangu Demak. Yayasan ini, merupakan badan sosial yang menerima dan menyalurkan shodaqah kepada pihak ketiga. ”Kami ini keluarga besar, berbeda dengan keturunan. Keturunan itu ada silsilahnya dan itu bisa ditelusuri. Tapi tetap ada kemungkinan besar kalau diteliti silsilahnya,” ujarnya. (sga/ida)

spot_img

Latest news

Related news