33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Mochicari, Inovasi Olahan Carica Mahasiswa Untidar

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Terobosan baru dilakukan untuk mengolah buah carica. Jika biasanya carica hanya dijadikan menjadi manisan dan keripik, kini carica dapat dikombinasikan dengan mochi. Umumnya mochi hanya berisi kacang dan coklat, namun di tangan tim PKM-K Mochicari yang didanai Kemenristekdikti, bisa menggabungkan antara makanan populer dan makanan daerah yaitu mochi yang berisi selai carica.

Tim PKM-K Mochicari Universitas Tidar (Untidar) terdiri dari Rihmayati Aisah (S1 Agroteknologi), Shara Thaharah Ningsih (S1 Agroteknologi), Farahifa Risdana Putri (S1 Agroteknologi), Laili Hidayani (S1 Pendidikan IPA) dan Oktaviani Sri Rahayu (S1 Bahasa Inggris).

Buah carica asal Wonosobo ini mengandung vitamin A, B, B kompleks, C, dan E untuk penangkal sinar UV. Manfaat utamanya adalah melancarkan proses pencernaan karena mengandung serat tinggi. Produk mochicari memiliki cita rasa yang antimainstream, karena perpaduan ini menghapus mindset masyarakat yang menganggap olahan carica hanya dalam bentuk manisan.

Keunggulan dari produk Mochicari dari mochi yang lain adalah, isinya selai carica. Maka orang yang memakan mochicari akan merasakan dua sensasi yaitu sensasi Jepang dan Wonosobo. “Produk Mochicari ini harus ada tulisan asli Wonosobo, supaya orang yang membeli, tahu bahwa ini khas Wonosobo. Nggak usah ngomong lagi dari Wonosobo, ini rasanya enak. Buatlah kemasan yang lebih tradisional, karena Wonosobo mempunyai makanan khas yang disukai turis. Jadi jika belum membawa Mochicari berarti belum ke Wonosobo,” pesan Kabid Pemberdayaan Kemenpora Dr Ir Sutrija ketika ditemui di acara seminar kewirausahaan di Universitas Tidar belum lama ini.

Inovasi olahan Mochicari ini dapat menjadi salah satu oleh-oleh khas negeri di atas awan. Di sisi lain, pendapatan petani carica juga akan meningkat. Karena minat wisatawan akan buah carica dapat diterima pasar. (*/sct/lis)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...