33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Kasus Kekerasan Seksual Meningkat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tren kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Semarang di 2018 cenderung meningkat. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Semarang menyebutkan jika di 2018 sudah menangani 80 kasus.

Padahal sudah ada tindakan tegas dari petugas kepolisian namun kasus seperti ini masih saja terjadi. “Itu hingga Agustus 2018 ini. 13 diantaranya merupakan kekerasan seksual. Konten pornografi acap kali menjadi penyebab terjadinya kasus kekerasan seksual,” ujar Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Semarang, Romlah, Jumat (17/8).

Pihaknya secara khusus memberi perhatian terhadap pemulihan fisik dan psikis korban pasca mengalami kekerasan seksual. Pemkab Semarang juga menggandeng jaringan relawan serta tokoh-tokoh masyarakat untuk mendukung pemulihan trauma korban secara sosial agar dapat diterima keluarga dan masyarakat.

Disisi lain, dari pihak kepolisian hingga kini juga berupaya untuk menekan angka kekerasan tersebut. “Kalau sudah kejadian seperti ini rehabilitasinya itu ya dari keluarga kembali, janganlah anak ini ketika pada proses rehabilitasi kemudian ditolak sendiri oleh keluarganya,” katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukmana mengungkapkan sejak awal 2018 hingga saat ini unit Pelayanan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polres Semarang telah memproses secara hukum delapan kasus kekerasan seksual.“Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai enam kasus,” kata Yusi.

Terkait kasus pencabulan anak tiri akibat konten pornografi oleh guru sekolah dasar yang baru-baru ini diungkap, Satreskrim Polres Semarang akan melakukan tes kejiwaan pada pelaku.

Tes kejiwaan ini menjadi hal yang wajib untuk memberikan gambaran menyeluruh kondisi kejiwaan pelaku saat proses persidangan. “Tes (kejiwaan) ini yang kami lakukan, nantinya bisa menjadi bahan dalam pemeriksaan tersangka,” tuturnya.

Kemudian pemberkasan sampai pada proses persidangan nanti. Sehingga pihak Polres Semarang mendapatkan gambaran apakah perilaku penyimpangan seksual yang dilakukan oleh tersangka ini secara medis seperti apa penyebabnya.“Kemudian kategorinya apa, ini akan menjadi masukan bagi jaksa penuntut umum maupun hakim nanti dalam memutus perkara penyimpangan seksual,” katanya.

Selain tindakan tegas pada pelaku kekerasan seksual, Polres Semarang juga melakukan tindakan pencegahan melalui patroli dunia maya. Tidak hanya menyasar konten hoax dan ujaran kebencian, patroli ini juga menyasar konten pornografi di internet. “Kita berpatroli mencari dan menemukan untuk konten-konten yang berbau porno, termasuk kerjasama dengan Kominfo,” ujarnya.

Menurutnya, kasus kekerasan seksual yang terus meningkat memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Selain perlindungan dari berbagai aparatur negara, peran keluarga dan masyarakat sangat diperlukan dalam upaya melindungi perempuan dan anak dari kekerasan terutama seksual. (ewb/bas)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sita Puluhan Kaleng Ikan Sarden Makarel

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Menindaklanjuti adanya penemuan produk ikan sarden makarel yang mengandung parasit cacing, petugas gabungan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Balai Karantina Ikan...

Siap Lahirkan 1 Juta Pengusaha Perempuan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tim Pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah terus melakukan aksi untuk bisa memenangkan Pilgub Jateng. Mereka sudah menyiapkan program satu juta wirausaha perempuan...

Theaching Factory, Paradigma Sekolah Kejuruan di Indonesia

RADARSEMARANG.COM - SEKOLAH Kejuruan itu menghasilkan lulusan yang tidak kompeten dan menghasilkan pengangguran. Pertanyaan tersebut merupakan salah satu bentuk dari banyak persoalan yang masih...

Kelapa Bercabang Dua Ditemukan di Gringsing

BATANG - Irsyad alias Doel warga RT 04 RW 01 Dukuh Sawangan Desa Sawangan Kecamatan Gringsing tidak menyangka bibit pohon kelapa hijau yang ditanamnya...

Justru Memperkeruh Situasi

SEMARANG - Aksi Bela Rohingya yang rencananya digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, hari ini, Jumat (8/9), rentan ditunganggi pihak yang ingin memperkeruh kerukunan...

Korupsi Rendah, Layanan Publik Baik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Forum Perguruan Tinggi diharapkan bisa mencetak kader di semua aspek. Dengan begitu, kader tersebut bisa masuk di jajaran aparatur pemerintah yang melayani dan...