33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Kita ditarget Pak Menteri, akhir tahun ini, sudah selesai proyek BKT. Tapi kalau lihat respons relokasi seperti itu, saya agak ragu proyek bisa selesai tepat waktu.

Kepala BWWS Pemali-Juan
Ruhban Ruzziyatno

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Pelaksana proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT)—dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana—mengkhawatirkan tersendatnya relokasi kios PKL Barito ke Kelurahan Karangtempel, Bugangan, Mlatiharjo, dan Rejosari.

Kepala BWWS Pemali-Juana, Ruhban Ruzziyatno saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di ruang kerjanya menyampaikan, jika tidak segera direlokasi, maka bisa dipastikan target penyelesaian normalisasi BKT akan molor. “Katanya kan akhir Agustus ini. Tapi kalau saya lihat kok belum ada tanda-tanda kios-kios Barito direlokasi,” keluh Ruhban Ruzziyatno.

Padahal, kata Ruhban, sejumlah alat berat yang digunakan untuk mengerjakan proyek normalisasi sungai BKT paket 2, sudah siap masuk ke lokasi. “Ini sejumlah alat berat sudah ready masuk, tapi terhambat masuk ke lokasi proyek karena terhalang masih berdirinya kios-kios PKL. Kan jadi sulit untuk proses pengerjaan,” tegasnya.

Jika relokasi PKL Barito yang berada di beberapa kelurahan tidak berjalan sesuai janji Pemkot Semarang, dia memastikan proyek normalisasi BKT tidak bisa selesai tepat waktu. “Kita ditarget Pak Menteri, akhir tahun ini, sudah selesai proyek BKT. Tapi kalau lihat respons relokasi seperti itu, saya agak ragu proyek bisa selesai tepat waktu,” ucap Ruhban dengan nada agak khawatir.

Terpisah, menanggapi kekhawatiran BBWS Pemali-Juana atas lambannya relokasi PKL Barito, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang membantah pihaknya lamban merelokasi PKL Barito. Fajar menyebut, ada dua kendala yang menyebabkan PKL tidak segera direlokasi. Yakni, kendala politis dan belum siapnya kios untuk keseluruhan PKL di tempat relokasi, yakni Penggaron.

“Keberadaan Prabowo Centre yang meminta PKL bertahan dulu, khususnya di Mlatiharjo, Bugangan dan Rejosari sempat jadi kendala bagi kami memindahkan mereka,” kata Fajar Purwoto.

Namun, dia memastikan kendala politis bisa diatasi, setelah pihaknya melakukan komunikasi. Kendala lain, kata Fajar, belum siapnya kios untuk keseluruhan PKL di tempat relokasi, yakni Penggaron.

“Lokasi yang ada, sebelumnya hanya menampung 85-an pedagang. Padahal, jumlah lebih dari tiga ratusan, sehingga kita anggarkan lagi dana sebesar Rp 5 miliar untuk penambahan lahan di depan lahan yang sudah ada,” kata Fajar.

Masih menurut Fajar, akhir September, semua PKL yang berada di proyek paket 3 BKT, sudah bisa dipindah ke tempat baru. Proyek normalisasi BKT paket 3, membentang dari kawasan Citarum sampai jembatan Majapahit sepanjang 2,7 kilometer, dengan nilai kontrak Rp 187.009.224.000. (sls/isk)

Berita sebelumya10 Napi Dibebaskan
Berita berikutnyaAjang Pemanasan Sebelum Porprov

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pakai Teknologi Bore Pile Butuh Rp 150 Miliar

SEMARANG-Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang saat ini sedang berupaya mencari solusi untuk penanganan masalah infrastruktur jalan amblas karena  tanah bergerak. Salah satunya adalah...

Kelola Aset Daerah, Pemkab Gandeng PPA

KAJEN-Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, menggandeng lembaga profesional di bidang pengelolaan aset daerah, yakni PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) (Persero). Dengan harapan bisa melakukan...

Tuntut Kejelasan Jadwal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jadwal kickoff Liga 1 2018 yang rencananya akan digeber 10 Maret dipastikan molor. Tim-tim kontestan Liga 1 termasuk PSIS harus bersabar...

Pengangguran Tinggi, Lapangan Kerja Belum Imbang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Jumlah ketersediaan lapangan kerja di Kota Semarang masih belum berimbang dengan banyaknya pencari kerja. Kendati Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sudah berusaha menekan angka pengangguran...

Budaya Tetap Ada, Jika Kaum Muda Peduli dan Mau Merawatnya

RADARSEMARANG.COM - Seni budaya peninggalan nenek moyang, Barongan Blora selama ini kerap diidentikkan dengan kaum tua. Untuk mematahkan kesan tersebut, A Eko Yulianto dan...

Pasoepati Football Academy Pastikan Juara Liga KU-15

SEMARANG - Tim asal Sukoharjo, Pasoepati Football Academy (FA) memastikan diri menjadi juara Liga Kelompok Umur 15 tahun (KU-15) putaran Jawa Tengah setelah mengalahkan...