28 C
Semarang
Jumat, 11 Juni 2021

Kubur 80 Ikan Ganas, Selamatkan Ekosistem

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Sebanyak 80 ekor ikan berbahaya dan bersifat invasif atau ganas dimusnahkan dengan cara dikubur oleh Balai Karantina Ikan dan Pengendali Mutu (BKIPM) Semarang, Jalan Suratmo Nomor 28 Semarang, Rabu (15/8) kemarin. Pemusnahan tersebut dilakukan di depan kantor sebagai tindak lanjut penyerahan secara sukarela dari masyarakat Jateng.

“Masyarakat secara sadar menyerahkan ikan berbahaya dan invasif yang selama ini dipelihara. Penyerahan itu, kami tindaklanjuti dengan pemusnahan secara dikubur,” kata Kepala BKIPM Semarang, Gatot Perdana, di kantornya, Rabu (15/8) kemarin.

Ikan-ikan yang dimusnahkan tersebut meliputi ikan jenis Aligator, Arapaima, Piranha dan Redtail Catfish yang habitatnya di wilayah Amerika Selatan atau Sungai Amazon. Ikan-ikan tersebut selama ini diperoleh secara ilegal. “Ada banyak jenis ikan berbahaya yang invasif beredar di Indonesia. Ikan tersebut dibawa secara ilegal ke Indonesia oleh orang yang tidak bertangung jawab,” katanya.

Menurutnya, pemusnahan ikan berbahaya tersebut dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat agar memiliki kesadaran yang sama dalam menjaga sumberdaya ikan. Terutama, agar ikan dalam negeri tidak terdampak oleh ikan-ikan berbahaya yang berasal dari luar negeri.

“Kegiatan ini untuk mendidik masyarakat agar tidak memelihara atau melepas ikan berbahaya tersebut ke sungai. Sebab ikan-ikan tersebut bisa merusak ekosistem di wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Gatot menambahkan bahwa pemusnahan ikan-ikan tersebut dilakukan dengan cara pembiusan dan mematikan secara perlahan. Dengan begitu, ikan tersebut tidak merasakan kesakitan setelah diberikan cairan minyak cengkeh yang telah memenuhi unsur animal affair. “Cara mematikaannya harus memenuhi unsur-unsur kehewanan, tidak dengan menyiksa sehingga bisa mati lebih cepat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot mengimbau kepada masyarakat agar memahami aturan dan tidak sembarangan memasukkan dan memelihara ikan dari luar negeri.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menyerahkan secara sukarela ikan berbahaya dan invasif tersebut agar tidak berdampak negatif terhadap perairan di Jateng dan terhadap menusia yang berinteraksi dengan lingkungan sekitar,” paparnya. (hid/ida)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news