29 C
Semarang
Selasa, 20 April 2021

1.300 Makam Mulai Dipindah

Tergusur Proyek Tol Batang-Semarang

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sedikitnya  1.300 makam Klampisan, Ngaliyan, yang tergusur proyek tol Batang-Semarang mulai dipindahkan ke makam baru, Rabu (15/8) kemarin. Pemindahan makam ini setidaknya akan berlangsung hingga 30 hari ke depan. Puluhan penggali kubur tampak sibuk melakukan pembongkaran satu per satu makam.

Sebelum dimulai, pihak yang terlibat dalam pembongkaran menggelar doa bersama. Ritual doa bersama tersebut ditujukan untuk mendoakan para arwah sekaligus untuk mendoakan agar proses penggalian berjalan lancar.

“Total ada 1.300 makam yang akan kami bongkar. Tentu ini tidak akan selesai dalam sehari, kami targetkan pembongkaran makam selesai dalam waktu 20-30 hari,” ungkap Ketua Paguyuban Ngarso Ngaliyan, Rubiono.

Menurutnya, setidaknya 50 penggali kubur yang membantu proses pembongkaran. Pihaknya menargetkan, sedikitnya ada 100 makam yang digali dalam sehari.

“Setelah kami gali, tulang-tulang kami kumpulkan dan ditaruh di dalam kotak. Kemudian dibersihkan, didoakan, dan diberi minyak wangi untuk kemudian dimakamkan kembali,” bebernya.

Sementara untuk makam pengganti, telah disediakan lahan seluas 12.400 meter persegi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Tol Batang-Semarang yang letaknya tak jauh dari lokasi sebelumnya. Menurut Kuntadi, jarak makam yang baru kurang lebih 200 meter dari lokasi semula.

Untuk diketahui, kegiatan pemindahan makam Klampisan sebelumnya telah dilakukan Paguyuban Ngarso Ngaliyan sebagai pengelola makam sebelum bulan Ramadan lalu. Pemindahan agaknya membutuhkan waktu lama, lantaran banyaknya makam yang harus dipindahkan dari area seluas 5.300 meter persegi itu.

Rubiyono mengatakan, proses pemindahan ini kembali dilakukan setelah persoalan dengan ahli waris diselesaikan. Pada pelaksanaan pemindahan sebelum bulan Ramadan lalu, pihaknya hanya memindahkan 14 makam non muslim.

“Jadi yang dimulai hari ini masih utuh jumlahnya, ya sekitar 1.000 makam lebih. Hanya berkurang yang non muslim yang sudah dipindahkan sebelum puasa. Ada 14 jenazah,” katanya.

Salah seorang ahli waris makam, Sumar, 50, menyebut, ada sembilan orang dari keluarganya yang dikebumikan di pemakaman tersebut. Ke sembilan orang tersebut terdiri atas keluarganya maupun keluarga sang istri yang juga warga Klampisan.

“Saya pribadi tidak masalah makam dibongkar, karena memang terkena proyek jalan tol. Selain itu, sudah disediakan makam baru,” ujar pria berusia 50 tahun ini.

Terkait dengan ganti rugi bagi ahli waris, Sumar mengaku pihaknya tidak menerima. Kendati begitu, Sumar tidak mempersoalkan hal tersebut. “Yang penting makam keluarga saya dapat dipindah dengan layak,” ucapnya.

Ahli waris lainnya, Slamet Widodo, warga Klampisan mengaku sebelumnya enggan merelakan makam keluarganya dibongkar dan dipindahkan. Namun, kini dirinya ikhlas dan berharap di tempat relokasi makam yang baru memiliki kondisi yang lebih baik. “Berat sekali, tapi gimana lagi karena untuk jalan tol. Semoga di tempat yang baru makamnya lebih baik dan rindang, ada air dan bisa untuk ziarah malam,” harapnya. (tsa/aro)

spot_img

Latest news

Related news