33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

Renovasi Rumah dari Hadiah Lomba

Ketika Suara Abdul Faqih Menembus Makkah

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – Muhammad Abdul Faqih, remaja asal Lopait, Tuntang, Kabupaten Semarang, membawa harum nama Indonesia di ajang Munasabaqah Hifzil Quran (MHQ) tingkat internasional di Arab Saudi, beberapa waktu lalu. Ia menjadi jawara III di ajang tersebut.

PANGGILANNYA singkat: Faqih. Usianya, kini 22 tahun. Remaja berkacamata minus pecinta Alqur’an ini, berkulit sawo matang dan berambut pendek. Ditemui di rumahnya yang tengah direnovasi, Faqih tengah bersantai. Ciri khas pemuda ini mudah dikenali. Ke mana-mana selalu berpeci dan bersarung.

Ia merenovasi rumahnya, dari uang hasil menjuarai lomba MHQ di Arab Saudi. Sebuah musala kecil berwarna hijau, tampak mencolok di area rumah Faqih. Juga sejumlah petak bangunan yang menjadi satu dengan bangunan PAUD.

Ditanya sejak kapan belajar Alquran, Faqih mengaku sejak berusia 8 tahun. Artinya, sejak kecil, ia kerap mengikuti lomba baca Alquran. Mulai dari lomba tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional. “Yang mengajari ya orang tua sampai usia saya dua belas tahun,” ucapnya. Seperti proses, langkah demi langkah ia tempuh. “Tidak langsung 30 juz, saya mengikuti lomba MHQ dari 1 juz, 5 juz, 10 juz, 15 juz, sampai 30 juz,” sambungnya.

Faqih menghafal Alquran seperti santri pada umumnya. Dari kebiasaan membaca hingga akhirnya hafal dengan sendirinya. “Awalnya dibiasakan dari membaca. Kalau sudah membaca, nanti dihafalkan itu mudah. Ibaratnya, kalau sepak bola kan harus sering latihan. Nah, begitu pun saya, harus sering berlatih. Berlatih saya, ya itu, sering membaca,” akunya.

Dituntut untuk menjadi santri seperti kakak-kakaknya, Faqih tak menempuh pendidikan umum. Selepas MI, ia mondok di Bentengan, Demak sekitar dua tahun. Kemudian, pindah di Kediri, di Pondok Al Falakh selama lima tahun. Saat ini, ia juga tengah mondok di Krapyak, Yogyakarta. Berpindah-pindah pondok pesantren, membuat pengetahuan keagamaan Faqih semakin luas.

Terkait keikutsertaannya di ajang MHQ di Arab Saudi, Faqih mengaku tak berjalan mulus. Tiga bulan sebelum ke Arab Saudi—tepatnya pada Juli 2017—Kementrian Agama berencana mengirimnya ke Mesir untuk mengikuti lomba MHQ. Namun, hal itu urung dilakukan. Padahal, ia sudah kadung berangkat ke Jakarta.

“Saya sudah berangkat ke Jakarta, ternyata dari pihak Kementerian Agama belum mengonfirmasi ke panitia di Mesir. Jadi, setelah saya sampai Jakarta, saya pulang lagi, karena tidak jadi berangkat ke Mesir. Sebagai gantinya, saya dijanjikan diberangkatkan ke MHQ Saudi Arab pada Oktober 2017,” katanya, mengenang. Janji Kemenag pun direalisasikan.

Sebelum berangkat ke Saudi, Faqih digembleng.Tiga minggu sebelum terbang, ia dikarantina di tingkat provinsi. Tepatnya di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) selama seminggu. Ia dibimbing langsung oleh dua orang kiai di sana. Ia juga mengasah kosa kata Arab, agar lebih mudah menghafal. “Jadi, kalau ada pertanyaan tentang meneruskan ayat, berarti kata ini, mengisahkan tentang cerita ini. Selain itu, juga mempelajari tafsirnya.”

Bagaimana penilaian saat lomba? Faqih mengaku, penampilan dibagi menjadi tiga. Pertanyaan pertama juz 1 sampai 10. Pertanyaan kedua juz 10 sampai 20. Sedangkan pertanyaan terakhir, dari juz 20 sampai 30. “Pertanyaannya diacak, tidak selalu dari awal halaman. Kadang dari tengah, bahkan dari akhir halaman juga.”

Seperti pepatah sambil menyelam minum air, ketika berada di Arab Saudi, Faqih memanfaatkan momen itu untuk umrah. Karena lokasi lomba berada di Masjidil Harom. Ia juga melakukan haji yang didapat dari Kerajaan Arab Sebagai hadiah untuknya.

Ditanya lawan terberat, Faqih menyebut sang juara 1 dan 2 yang berasal dari Banglades dan Nigeria. Jika di tingkat nasional, lawan berbobot kebanyakan dari Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten. Anak ketiga dari lima bersaudara ini, awalnya tak memiliki angan-angan bisa sampai ke Arab Saudi dan meraih juara III. “Tidak kepikiran jadi juara, karena tujuan ke sana saya bukan untuk menjadi juara. Hanya untuk mensiarkan agama perwakilan Indonesia. Kalau niat awalnya untuk jadi juara, nanti malah enggak baik. Seperti cita-cita saya yang penting bermanfaat untuk mensyiarkan Alquran bagi masyarakat.” (ida.fadilah/lakna.tulas/isk)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...