33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Kawal Ambulans, Biasa Kena Semprot Pengguna Jalan

Lebih Dekat dengan Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Semarang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – Raungan sirene ambulans seringkali tidak diindahkan oleh pengguna jalan raya untuk memberi jalan. Begitu juga kemacetan yang sulit ditembus. Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Semarang memberikan pendampingan pada ambulans sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

KEMACETAN menjadi salah satu permasalahan di kota-kota besar yang seringkali tidak terelakkan. Sayangnya, hal tersebut juga seringkali tidak dibarengi oleh kesadaran dalam mendahulukan ambulans yang akan melintas.

“Ambulans yang terjebak kemacetan, dan pengguna jalan lain yang tidak mau mengalah. Kondisi semacam ini tidak sekali dua kali kita dapati di jalan raya. Bahkan ada juga malah ambulans yang ditabrak” ujar Humas IEA Korwil Semarang, Khafidz Mahendra Putra kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hal ini yang lantas mendasari sejumlah pengendara sepeda motor dalam menginisiasi Indonesia Escorting Ambulance (IEA). Mereka secara sukarela mendampingi perjalanan ambulans agar lebih lancar sampai tujuan.

“Awalnya ada di Bekasi, kemudian gerakan pendampingan ambulans ini menyebar ke berbagai daerah, termasuk Semarang yang terbentuk pada 29 Juli tahun lalu,”kata Khafidz.

Pria yang berdomisili di Ungaran ini mengaku tertarik bergabung karena ia sering mendapati kondisi semacam tersebut selama perjalanan pulang dan pergi bekerja. Dari Ungaran ke Semarang dan sebaliknya.

“Saya suka merasa iba, sirene sudah meraung-raung, tapi ambulans tetap tidak dapat jalan. Padahal, bisa jadi yang di dalam situ dalam keadaan darurat, entah korban kecelakaan, entah karena apa dan butuh penanganan segera di rumah sakit. Karena itu bergabunglah saya di sini,”ungkapnya.

Kini, lanjut Khafidz, setidaknya terdapat 30 anggota yang bergabung dalam IEA Semarang. Terdiri atas berbagai kalangan dan tidak dibatasi. Selama sukarela dalam membantu dan tidak mengedepankan arogansi di jalan raya.

Ya, diakuinya, selama mengawal ambulans tak jarang mereka mendapat respon negatif dari sesama pengguna jalan. Mulai dari yang enggan memberikan muka masam hingga mengeluarkan kata-kata kasar.

“Pendampingan harus dilakukan dengan cara yang sopan dan tidak arogan. Kami beri kode ke pengemudi, minta tolong beri jalan. Meski begitu, tetap ada pengendara lain yang kadang tidak terima, kemudian ngedumel sampai mengeluarkan kata-kata kasar. Tapi bagaimanapun kami harus tetap sabar dan fokus melakukan pendampingan,”ujar pria kelahiran Jakarta ini.

Hal ini, lanjutnya, juga sebagai bentuk edukasi pada masyarakat. Sehingga diharapkan, ke depan meski tanpa adanya pengawalan dari IEA, para pengguna jalan dapat dengan otomatis memberikan jalan bagi ambulans yang akan melintas.

“Sebagai organisasi sosial, kami membantu secara sukarela, free. Saat bertemu ambulans di jalan, atau kadang dikabari melalui HT maupun grup WA,”katanya.

Ia menambahkan, dalam melakukan pendampingan ambulans, para anggota juga diwajibkan menggunakan kelengkapan berkendara. Baik dari segi kendaraan dengan kelengkapan standar seperti spion dan lampu, maupun dari sisi pengendara harus menggunakan helm standar, celana panjang, sepatu dan jaket.

“Keselamatan kita juga harus diperhatikan. Dengan penggunaan standar keselamatan, meninggalkan arogansi di jalan raya, selain membantu sesama, kami pun dapat menepis citra miring anak-anak motor,”ujarnya. (*/aro)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...