Beranda Edisi Khusus Sempat Kesulitan Melanjutkan Sekolah

Sempat Kesulitan Melanjutkan Sekolah

Others

RADARSEMARANG.COM – IMBAS masuknya Bagas-Bagus di Timnas U-16, menurut Yuni, harus mengorbankan pendidikan keduanya. Bagas-Bagus pernah menjadi siswa di MTs Negeri Kota Magelang. Namun, pada akhirnya, keduanya pilih meneruskan pendidikan di PKBM Kuncup Mekar jenjang Kejar Paket B.

Bagas dan Bagus juga pernah mengalami kesulitan masuk SMA. Lulus dari PKBM Kuncup Mekar, akibat penerapan sistem rayonisasi di Jawa Tengah, si kembar kesulitan bersekolah. Hingga akhirnya PSSI turun tangan, memberikan surat rekomendasi kepada si kembar untuk memilih sekolah yang diminati. “Saat itu, SMAN 5 Kota Magelang sebagai pilihan karena ada kelas olahraga. Terlebih, saat itu, teman-teman klubnya, yaitu PPSM Junior, banyak yang bersekolah di SMAN 5 Kota Magelang.”

Ketika Yuni sibuk mengurus pendidikan anaknya di SMA 5, si kembar justru harus berkonsentrasi pemusatan Timnas U-16 di Thailand. Setelah melalui perjuangan yang melelahkan, Bagas-Bagus akhirnya diterima di SMAN 5 Kota Magelang dan tercatat menjadi siswa selama 3 bulan.

Kesibukan kedua anaknya dalam membela Timnas, menyebabkan pendidikan keduanya sedikit tertinggal. Hingga pada akhirnya, Bagas-Bagus disekolahkan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara (Sumut). Langkah itu diambil karena Bagas-Bagus, tidak pernah mendapat tawaran masuk di PPLP Jawa Tengah.

Sebagai orang tua, Yuni sedikit menyesalkan langkah PPLP Jawa Tengah yang tidak merespons cepat kelanjutan studi Bagas dan Bagus sejak awal. “Padahal, Bagas dan Bagus merupakan salah satu pemain Timnas U-16. Kalau memang sejak awal (ada tawaran dari PPLP Jateng), Bagas dan Bagus juga tidak akan kesulitan memilih sekolah, meski sempat masuk di SMAN 5 Kota Magelang selama 3 bulan.”

Masih menurut Yuni, kecintaan Bagas-Bagus di Magelang, membuat keduanya memutuskan pulang ke tanah kelahirannya dan meneruskan pendidikan di PKBM Kuncup Mekar, jenjang Kejar Paket C.

Satu hal yang selalu dilakukan oleh si kembar pada saat bertanding di Piala AFF U-16 adalah meminta doa kepada dirinya dan ibu kandungnya, Dewi Kartikasari, yang kini menetap di Temanggung. Yuni selalu menanamkan kedua putranya agar selalu rukun kepada saudara lainnnya. Yaitu, kakaknya Nurida Ulfa Maharani, dan dua adiknya: Voni Kartika Azahra dan Ayla Azzuro Khoirul Uma.

Yuni menyebut, Bagas-Bagus semakin dewasa dan bisa menerima perceraian dirinya dengan ibu kandungnya pada 2013 lalu, meski keduanya sempat kecewa. Bagas-Bagus akhirnya bisa menerima kehadiran ibu baru mereka, Ari Susanti, dan dua anaknya pada 2015 untuk menjadi bagian dari keluarga.

Kata Yuni, selama babak penyisihan Piala AFF U-16, Bagas-Bagus meminta agar keluarga tidak menonton langsung. Cukup di televisi saja. “Saya selalu mengingatkan kepada Bagas-Bagus agar rendah hati, tidak sombong, tetap membumi dan menjadi diri sendiri. Jangan lupa selalu berdoa dan berlatih. Selain itu, jangan lupa tetap memberikan kabar kepada ibu mereka.”

Pelatih SSB Putra Harapan Magelang, Teguh Sutrisno mengakui kemampuan Bagas-Bagus saat ini semakin berkembang. Bagus selalu tampil tenang setiap memanfaatkan peluang. “Saya berpesan kepada mereka agar tetap rajin berlatih untuk meningkatkan skill. Jangan menjadi sombong, tetap rendah hati dan selalu berjuang.”

Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi mengaku senang karena bisa ikut membawa Timnas U-16 menjadi juara Piala AFF U-16. Kata Bagas, keberhasilan yang mereka raih, berkat dukungan tim dan masyarakat Indonesia. “Tetap semangat dan terus berlatih ke depannya.” (agus.hadianto/isk)

Stay Connected

12,295FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Tesla Halmahera

Related News