Jumlah Investor Pasar Modal Meningkat

  • Bagikan
MAKIN MAPAN : Dirut KSEI, Friderica Widyasari Dewi (ke-5 dari kanan) saat pembukaan perdagangan di gedung BEI dalam peluncuran C-BEST Next-G kemarin di Jakarta. (ISTIMEWA)
MAKIN MAPAN : Dirut KSEI, Friderica Widyasari Dewi (ke-5 dari kanan) saat pembukaan perdagangan di gedung BEI dalam peluncuran C-BEST Next-G kemarin di Jakarta. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pasar Modal Indonesia kini memiliki infrastruktur yang mapan dan dapat diandalkan. Dengan peningkatan jumlah investor, produk, dan transaksi di pasar modal, kini sistem The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) dikembangkan dengan spesifikasi kapasitas sistem yang lebih besar untuk menghasilkan performance sistem yang lebih baik.

“Tapi dengan C-BEST Next Generation dapat meng-handle kurang lebih 10 juta investor pasar modal,” kata Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Friderica Widyasari Dewi usai peluncuran C-BEST generasi terbaru atau C-BEST Next Generation (Next-G), beberapa waktu lalu.

C-BEST merupakan plaftorm elektronik terpadu yang telah mendukung aktivitas penyelesaian transaksi Efek secara pemindahbukuan sejak tahun 2000, tepatnya saat implementasi perdagangan tanpa warkat (scripless) di Pasar Modal Indonesia. Peluncuran C-BEST Next-G merupakan upaya KSEI dalam mendukung perkembangan Pasar Modal Indonesia terutama dari sisi peningkatan jumlah investor dan peningkatan jumlah penyelesaian transaksi.

”Pengembangan C-BEST Next-G diharapkan sejalan dan mendukung implementasi sistem perdagangan JATS Next-G BEI dan E-Clears KPEI yang telah diimplementasikan beberapa waktu lalu,” katanya.

Di sisi jumlah investor yang mengacu pada Single Investor Identification (SID), katanya, akhir tahun 2012 (sebelum pengembangan C-BEST Next-G), jumlah SID yang tercatat di KSEI baru mencapai 281.256. Namun per akhir Juli 2018, sudah mencapai 1.369.810 atau meningkat sebesar 387 persen. Pada 2017, total penyelesaian transaksi bursa melalui C-BEST sebesar 2,84 triliun unit dengan frekuensi mencapai 74,3 juta. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2016, dengan jumlah penyelesaian transaksi sebesar 1,92 triliun unit dengan frekuensi sebesar 64,9 juta. Peningkatan jumlah ini diprediksi akan terus berlanjut setiap tahun. (ida)

  • Bagikan