Beranda Berita Semarang Produk Tak Berizin Masih Beredar

Produk Tak Berizin Masih Beredar

Makanan, Minuman, Obat dan Jamu

Others

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sejumlah produk buruk, yang tidak sesuai aturan pemerintah masih banyak beredar di tengah masyarakat Jateng. Mulai dari makanan, minuman, jamu hingga obat-obatan.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Ngargono mengatakan, meski jumlahnya relatif berkurang, peredaran produk yang menyalahi aturan masih terbilang mengkhawatirkan. ”Produsen nakal ini tidak mau berhenti, meski telah dilakukan penertiban. Contohnya, masih adanya temuan air zam-zam palsu,” katanya.

Menurutnya, masihnya banyaknya peredaran produk tak berizin, karena masyarakat masih menerima tanpa daya kritis yang kuat. “Yang perlu kita lakukan sekarang, meningkatkan daya kritis masyarakat melalui edukasi. Bersyukur, kepedulian dan daya kritis masyarakat sudah cukup meningkat, tapi saya harap dapat lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Sebenarnya dengan daya kritis masyarakat, lanjutnya, akan menutup ruang gerak para produsen produk makanan, minuman, maupun obat-obatan yang dilarang beredar. Sebab, daya kritis ini yang bisa membedakan antara produk yang baik dan berizin dengan produk buruk tanpa izin. ”Jadi, akan ada seleksi alam oleh masyarakat konsumen sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jateng, Zeta Rina Pujiastuti mengatakan bahwa edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar dapat membedakan produk yang layak dan aman dikonsumsi. Kepada masyarakat, ia juga meminta agar bisa jeli dalam memilih produk.

”Caranya dengan cek KLIK atau pengecekan pada Kemasan, Label, Izin dan Kadaluwarsa. Ini merupakan cara untuk memilih produk yang layak,” ujarnya.

Ia juga meminta agar masyarakat mau melaporkan jika menemukan produk tak berizin yang masih beredar di pasaran. “Maka, BPOM bisa segera melakukan tindakan,” tandasnya. (sga/ida)

Stay Connected

12,295FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Tesla Halmahera

Related News