33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Mainan HP, Pengendara Motor Tewas

Mainan HP, Pengendara Motor Tewas

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Ini peringatan bagi para pengendara motor agar tak suka menggunakan handphone sembarangan. Nuryanto, 50, warga Jalan Jonggring Kelurahan Krobokan Semarang Barat mengalami kecelakaan tunggal hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Diduga akibat mainan handphone saat mengendarai motor di Jalan Raya Hadi Subeno, sebelah selatan Giant BSB, Kecamatan Mijen, Minggu (12/8) sekitar pukul 10.30.

Informasi dari kepolisian, korban sendirian mengendarai sepeda motor Honda Beat bernopol H 4276 TQ, melaju dari arah Mijen menuju Ngaliyan atau dari selatan ke utara. “Diduga berkendara sambil menggunakan HP sehingga tidak konsentrasi, kemudian kendaraan oleng ke kiri menabrak trotoar dan terjatuh. Korban mengalami cedera kepala berat,” ungkap Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, Minggu (12/8) kemarin.

Kini jenazah korban dibawa ke RSUP dr Kariadi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Ardi menegaskan, sesuai dengan UU 22 tahun 2009, sudah mengatur larangan melakukan kegiatan yang dapat mengganggu konsentrasi dalam mengemudi. Seperti bermain handphone, melakukan aktivitas lain, berdandan atau ngaca, atau sambil makan yang dapat mengurangi hasta baik kaki maupun tangan. Sehingga mengurangi tingkat reflek tubuh terhadap segala hal yang ada di depan.

“Karena larangan sudah disosialisasikan lama, kini menjadi tindakan represif, untuk memberikan efek jera. Ini demi kebaikan masyarakat sendiri. Bisa dilakukan penilangan,” tegasnya.

Menanggapi pengendara ojek online yang tidak lepas dari aktivitas menggunakan handphone, Ardi menegaskan itu bisa mengurangi kemampuan tangan dalam mengemudi. Pasal 106 ayat 1 sudah dijelaskan bahwa mengemudikan kendaraan bermotor wajib dengan kondisi wajah dan penuh konsentrasi.

Kemudian pasal 283 jelas bahwa melakukan kegiatan lain yang mengakibatkan ganguan konsentrasi mengemudi dapat dipidana paling lama kurungan tiga bulan dan denda paling banyak Rp 350 ribu.

Lanjut Ardi, khusus ojek online boleh menggunakan handphone saat mengemudi tanpa menggunakan tangan, tapi pakai alat pendengar. “Lebih baik berhenti untuk melihat aplikasi di handphone. Untuk ojek online saya mengimbau untuk menggunakan alat bantu handsfree alat bicara,” imbuhnya. (mha/ida

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...