BEREBUT JUARA: Petinju Kolbat BC Jakarta, Isack Letidena Yunior bertarung dengan Roy Mukhlis dari PT UBS BC Surabaya memperebutkan gelar juara nasional, dalam ‘Magelang Big Fight’, Sabtu (11/8) malam di GOR Samapta Kota Magelang. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
BEREBUT JUARA: Petinju Kolbat BC Jakarta, Isack Letidena Yunior bertarung dengan Roy Mukhlis dari PT UBS BC Surabaya memperebutkan gelar juara nasional, dalam ‘Magelang Big Fight’, Sabtu (11/8) malam di GOR Samapta Kota Magelang. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pertandingan pamungkas perebutan gelar juara nasional dalam Magelang Big Fight, Sabtu (11/8) malam di GOR Samapta Kota Magelang, akhirnya berakhir draw.

Keputusan ini diambil hakim pertandingan karena petinju Roy Mukhlis dari PT UBS BC Surabaya harus terluka pelipisnya hingga berdarah akibat berbenturan dengan lawannya, Isack Letidena Yunior, petinju Kolbat BC Jakarta.

Supervisor pertandingan sekaligus Sekjen Komite Tinju Profesional Indonesia (KTPI), Adrian Ingratubun menyatakan, berdasarkan aturan internasional, laga diputuskan berakhir draw karena terjadinya benturan kepala di bawah empat ronde. Jika benturan terjadi di atas empat rode, maka penentuan pemenang berdasarkan perhitungan angka oleh hakim.

“Karena Roy dan Isack benturannya di akhir ronde dua, maka diputuskan draw. Keputusan Roy tidak bisa melanjutkan pertandingan diambil oleh dokter yang menyatakan kondisi Roy berbahaya,” kata Adrian.

Adrian menjelaskan, dokter memutuskan kondisi Roy dinilai berbahaya. Wasit yang memimpin laga akhirnya memutuskan laga dihentikan dengan hasil imbang untuk kedua petinju profesional ini.

Petinju Kolbat BC Jakarta dan juga mantan Juara WBO Asia Pasific, Isack Letidena Yunior, mengaku tidak menyangka terjadi benturan. Padahal, dalam ronde pertama, dirinya bermain bagus untuk menyerang lawannya dan yakin mampu meng-KO Roy di ronde lima.

“Saya rasa memang terjadi benturan. Ronde pertama saya main bagus dan yakin ronde lima bisa menang. Gaya Roy main panjang dan counter boxer, sehingga saya harus terus mendekat. Ternyata pas mendekat terjadi benturan,” tandas Isack.

Roy Mukhlis dari PT UBS BC Surabaya, mengaku dirinya kecewa karena tidak bisa meneruskan pertandingan karena dihentikan oleh wasit. Mantan juara PABA tersebut, mengaku dirinya belum merasa puas dengan pertandingan ini.

Sementara, promotor Magelang Big Fight, Milasari mengungkapkan, pertandingan sejak awal hingga laga pamungkas secara umum berjalan lancar dan bagus. Milasari menyebutkan, tidak ada bentrokan atau petinju yang marah dan protes atas semua keputusan hakim maupun wasit. Selain perebutan gelar juara nasional, menurut Milasari, dalam laga ini memperebutkan sabuk emas Wali Kota Magelang yang berhasil direbut petinju Alfius Maufani. Dalam laga 8 ronde, Alfius menang angka atas petinju asal Magelang, Master Suro. (had/lis)