33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Tularkan Virus Bike To Work

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – BERAWAL Dari ajakan sahabat, E-Commerce Komunikasi Patra Semarang Hotel and Convention, Satrio Hartoko saat ini getol untuk kembali menggalakkan kebiasaan sejak kecil yaitu bersepeda.

Ia mengatakan, sejak masih usia SMP tepatnya tahun 1983, memang paling gemar mengayuh sepeda sebagai sarana transportasi ke sekolahnya. Untuk mewujudkan kebiasaan masa kecilnya, ia kembali menggenakan sepeda sebagai sarana menuju kantor atau biasa disebut bike to work.

“Semua kembali muncul sejak 2006 lalu, ketika itu ada teman menceritakan memiliki hobi bersepeda, kemudian saya coba lagi melakukan aktivitas bersepeda. Padahal sudah vakum lama dari 1985 hingga 2005,” kata Satrio Hartoko, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang dikantornya, Jumat (10/8).

Saat ini dirinya sudah memiliki tiga koleksi sepeda, yakni dua jenis sepeda lipat (seli) dengan ring 16 inci, kemudian 1 jenis sepeda MTB-26 (mountain bike). Pria berusia 49 tahun ini mengaku, dirinya getol untuk bersepeda, salah satunya karena setelah melihat kehidupan luar negeri, yang sangat banyak menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi. Untuk itu, ia berharap lebih banyak masyarakat Indonesia yang juga rutin mengunakan sepeda, agar badannya bisa sehat.

“Awalnya saya juga ragu bersepeda,  karena topografi di Semarang naik turun, tapi setelah dicoba dan belajar dengan berbagai komunitas mengenai sepeda, kemudian baru bisa paham ternyata style dan jenis sepeda yang cocok untuk medan disini (Semarang, red) memang banyak, termasuk cara mengoper gigi yang tepat agar tidak terlalu lelah,” ungkapnya.

Ia menilai, orang baru naik sepeda biasanya belum mengenal cara memindah gigi seperti saat ditanjakan. Tak dipungkirinya, saat dirinya pertama belajar juga demikian, namun setelah banyak berkumpul komunitas ia semakin banyak memiliki kenalan, termasuk cyclist dari berbagai daerah.

Adapun rute yang rutin dias tempuh dari rumahnya daerah Mangunharjo, Semarang ke kantornya, Patra Semarang. Ia mengaku bangga karena gerakannya bersepeda, banyak memotivasi rekan-rekan kerjanya untuk ikut bersepeda, hingga kini tercatat sudah ada 8 orang, dimana dua diantaranya cewek.

“Itu saya lakukan seminggu sekali pas hari Jumat, tapi biasanya pas bersepeda tidak pakai istirahat dijalan. Bahkan dari normal jarak tempuh seharusnya 8 kilometer kalau mau lurus terus, tapi biasanya saya ambil jarak supaya bisa lebih jauh lagi, yakni memutar lagi, dengan jarak bisa sampai 19 kilometer,” ujarnya.

Untuk memperbanyak ilmu tentang sepeda ia bergabung dengan Komunitas B-024 sejak 2016, atau yang disebut komunitas Bronton Semarang. Sedangkan kode 024 merupakan Kode Telepon area Semarang. Selain itu, ia juga tercatat sebagai penggerak atau penggiat Komunitas Pesepeda Patra dikantornya yang berdiri sejak 2008 lalu.

“Melalui sepeda banyak hal yang bisa dipetik, salah satunya bisa melakukan aktivitas olahraga, sarana refreshing dan menambah relasi. Itu beberapa manfaat yang sudah saya dapatkan,  jadi sehat, ceria dan banyak teman,” jelasnya. (jks/bas)

Berita sebelumyaMenuju Guru Berkualitas
Berita berikutnyaSederhana Tapi Nyaman

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemkot Rencanakan Rawat 700 Masjid

SEMARANG-Meski dalam berpuasa orang tidurpun mendapatkan pahala, namun akan lebih baik jika tetap beraktivitas. Khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)/Pegawai Negeri Sipil (PNS) di...

Ribuan Pecinta Burung Ramaikan Tanggul BKB

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Ribuan pecinta burung dari berbagai kota di Jawa Tengah memperebutkan piala YTBK Cup di Tanggul Banjir Kanal Barat (TBKB), di Kelurahan Ngemplak Simongan,...

52 Ribu Warga Belum Melakukan Rekam Data E-KTP

UNGARAN – Sebanyak 52.029 warga di Kabupaten Semarang belum melakukan rekam data. Data tersebut dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang. Jumlah...

Diguyur Hujan Deras, Jalan Pahlawan Terendam

SEMARANG-Pusat Kota Semarang, tepatnya di Jalan Pahlawan yang menuju arah Simpang Lima terendam, setelah diguyur hujan deras sekitar tiga jam, Sabtu siang (4/11) kemarin....

Lingkungan Dieksploitasi, Warga Protes

BATANG - Ratusan warga dari Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Batang, Jumat (17/3) pagi menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Batang. Mereka melakukan protes terkait terlalu dieksploitasinya...

Jual Produk UMKM, Disukai Pembeli

DEMAK-Gelaran pasar murah oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinakerin) Pemkab Demak, Selasa sore (20/6) kemarin, menyedot banyak pembeli dari kalangan warga. Sebanyak 20...