Menuju Guru Berkualitas

327
Oleh: Siti Maemunah SAg
Oleh: Siti Maemunah SAg

RADARSEMARANG.COM – Pendidikan bisa ditinjau dari tiga hal yaitu fasilitas sekolah yang ada, ketersediaan bahan ajar dan kualitas guru. Setidaknya dari ketiga hal itu ada yang bisa dioptimalkan dalam sebuah sekolah jika ingin memiliki kualitas pendidikan yang baik. Yaitu memperbaiki kualitas pengajarnya. Menurut ilmu motivasi, setidaknya ada 3 hal untuk meningkatkan kualitas seseorang dalam hal meningkatkan motivasi untuk mengerjakan sesuatu.

Pertama dengan iming-iming hadiah. Pemberian hadiah menjadi teknik yang sudah tidak asing lagi. Apalagi hadiah yang diberikan dengan nilai yang tinggi, tentu menjadi daya tarik tersendiri. Namun sayangnya, teknik ini biasanya hanya pancingan sementara, setelah itu biasa lagi. Selain membutuhkan biaya yang biasanya tidak kecil juga menimbulkan efek bahwa setiap yang dikerjakan mesti ada timbal baliknya. Pada akhirnya, jika tidak ada hadiah lagi maka motivasinya akan kembali melemah seperti sebelumnya.

Kedua dengan pemberian sanksi jika tak melakukan apa yang diperintahkan. Teknik ini nyaris tak membutuhkan biaya yang sangat besar, cukup dengan membuat peraturan. Misalnya pemutusan hubungan kerja, pemotongan gaji dll. Teknik ini biasanya akan menimbulkan efek kekecewaan dan perilaku balas dendam, meskipun tujuannya baik yaitu agar membuat termotivasi namun menimbulkan efek jangka panjang yang tidak baik.

Ketiga, pembinaan. Bisa bentuknya bimbingan ataupun pelatihan. Inilah teknik yang dianjurkan. Namun teknik ini sangat tidak efektif untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Pembinaan tentunya tak cukup sekali. perlu berkesinambungan. Ibarat sebuah baterai yang sudah ngedrop maka pelatihan lah saatnya untuk men-charge kembali semangatnya.

Sebagai seorang pendidik pastinya membutuhkan ilmu-ilmu baru yang nantinya bisa diterapkan dalam mengajar. Teknik dan metode pembelajaran yang selalu dinamis tentu harus diimbangi dengan adanya pembinaan dalam bentuk pelatihan. Dan salah satu faktor pertimbangan sebagai sekolah efektif adalah seberapa sering tenaga pendidiknya diberikan pelatihan.

Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini kita hidup di zaman yang bisa dibilang padat teknologi. Di mana seseorang bisa mengakses segala informasi dengan cepat dan dalam waktu yang sangat singkat pula. Perkembangan inilah yang mestinya bisa kita manfaatkan sebagai jalan untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai seorang pendidik

Tak perlu datang secara langsung di tempat pelatihan namun kita bisa menggunakan smartphone, yang tentunya hal ini sangat memudahkan kita untuk mendapatkan ilmu. Perkembangan teknologi canggih saat ini membuat semuanya bisa diakses walaupun kita di rumah duduk manis sambil menikmati hidangan ala kadarnya.

Dengan waktu dan biaya murah dan dengan akses cepat tentunya bisa menjadi faktor pendorong untuk bisa mengikuti pelatihan yang sifatnya online. Sama seperti hadir di lokasi pelatihan, kita bisa mendapatkan materi secara tertulis. Bisa juga kita dapatkan video rekamannya ataupun cukup dengan audionya saja. Hal ini tentu bisa menjadi solusi nyata agar setiap guru memiliki semangat mengajar yang terus naik, karena ada ilmu-ilmu baru yang didapat dengan santai tanpa menguras waktu, tenaga serta biaya.

Semua butuh proses dan sebagai seorang pendidik kita pastinya paham bahwa untuk mengubah kebiasaan membutuhkan waktu yang lama. Apalagi untuk guru yang usianya hampir pensiun, kebanyakan kesulitan menggunakan media online. Tapi kita tak boleh berkecil hati. Guru-guru yang hampir purna, mungkin kemampuan IT-nya rendah tapi pengalaman mengajarnya jauh lebih banyak daripada kami guru-guru baru yang pintar. (kpig1)

Guru MI Al Ikhsan Ujungnegoro