MERESMIKAN : Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek saat datang ke Semarang untuk meresmikan Gedung Instalasi Kasuari (Pelayanan Kanker Terpadu) RSUP dr Kariadi Semarang, Sabtu (11/8) kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERESMIKAN : Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek saat datang ke Semarang untuk meresmikan Gedung Instalasi Kasuari (Pelayanan Kanker Terpadu) RSUP dr Kariadi Semarang, Sabtu (11/8) kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Paska gempa Lombok, Kementerian Kesehatan RI memfokuskan pemulihan trauma/trauma healing. Penanganan dari sisi psikologis menjadi perhatian, mengingat musibah tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi para korban.

Dikatakan Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, para korban rata-rata menderita patah tulang akibat terkena reruntuhan bangunan. Hal ini tentunya memerlukan waktu lama untuk penyembuhan. Ditambah, beberapa dari mereka harus kehilangan tempat tinggal maupun pekerjaan.

Dikatakan olehnya, untuk menghindari adanya gangguan stress pihaknya telah melakukan beberapa upaya. Termasuk memberikan pendampingan psikolog kepada para korban. ”Kami juga usul untuk dapur umum agar masaknya sama-sama satu tempat sehingga mereka bisa komunikasi,” ujarnya mengabarkan usai meresmikan pusat kanker terpadu di RSUP dr Kariadi Semarang, Sabtu (11/8) kemarin.

Diceritakan olehnya, penanganan pertama dilakukan kepada para korban dengan luka fisik, utamanya luka terbuka untuk menghindari infeksi. Penanganan dilakukan di puskesmas darurat yang dibangun menggunakan tenda akibat banyaknya rumah sakit dan puskesmas di daerah terdampak yang hancur. Penanganan dilanjutkan kepada para korban yang mengalami fraktur atau patah tulang. Sedikitnya ada 180-an operasi yang dilakukan di Rumah Sakit Kota. ”Bahkan sejumlah sekolah juga menggunakan tenda karena untuk membangun butuh waktu lama,” kata dia.

Nila mengapresiasi tenaga kesehatan yang datang dari berbagai wilayah. Mulai dari yang terdekat, Bali, Jawa Timur bahkan juga dari Jawa Tengah. Para tenaga medis, dikatakan olehnya, datang dengan membawa peralatan yang dibutuhkan. Seperti engsel yang dibutuhkan untuk penanganan patah tulang.

”Kami sangat berterimakasih. Mereka bergerak bersama-sama. Bukan hanya dokter ortopedi, anestesi dan dokter umum, perawat juga ada. Semua totalnya cukup banyak,” kata dia.

Sementara itu, pada kesempatan sama, Nila mengapresiasi upaya RSUP dr Kariadi atas dibangunnya gedung pelayanan kanker terpadu. Selain menggunakan APBN, gedung ini dibangun menggunakan dana BLU.

”Ini berarti bahwa mereka bisa melakukan manajemen yang baik. Ada uang yang disisihkan untuk pembangunan yang nanti, harapannya bisa memberikan pemasukan kembali,” jelasnya usai meninjau fasilitas yang ada di gedung ini.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP, dr Kariadi mengatakan, gedung ini dibangun untuk meningkatkan pelayanan penyakit kanker di Jawa Tengah ataupun di Indonesia bagian tengah. Ia katakan, pihaknya ingin mengintegrasikan pelayanan dengan sumber daya yang ada ke dalam pengelolaan penyakit yang paripurna. ”Di RSUP dr Kariadi sendiri jumlah penyakit kanker dan jantung terus mengalami kenaikan. Gedung ini untuk menjawab itu,” ujarnya. (sga/ida)