33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Fokus pada Trauma Healing

Puskesmas dan Sekolah di Tenda

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Paska gempa Lombok, Kementerian Kesehatan RI memfokuskan pemulihan trauma/trauma healing. Penanganan dari sisi psikologis menjadi perhatian, mengingat musibah tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi para korban.

Dikatakan Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, para korban rata-rata menderita patah tulang akibat terkena reruntuhan bangunan. Hal ini tentunya memerlukan waktu lama untuk penyembuhan. Ditambah, beberapa dari mereka harus kehilangan tempat tinggal maupun pekerjaan.

Dikatakan olehnya, untuk menghindari adanya gangguan stress pihaknya telah melakukan beberapa upaya. Termasuk memberikan pendampingan psikolog kepada para korban. ”Kami juga usul untuk dapur umum agar masaknya sama-sama satu tempat sehingga mereka bisa komunikasi,” ujarnya mengabarkan usai meresmikan pusat kanker terpadu di RSUP dr Kariadi Semarang, Sabtu (11/8) kemarin.

Diceritakan olehnya, penanganan pertama dilakukan kepada para korban dengan luka fisik, utamanya luka terbuka untuk menghindari infeksi. Penanganan dilakukan di puskesmas darurat yang dibangun menggunakan tenda akibat banyaknya rumah sakit dan puskesmas di daerah terdampak yang hancur. Penanganan dilanjutkan kepada para korban yang mengalami fraktur atau patah tulang. Sedikitnya ada 180-an operasi yang dilakukan di Rumah Sakit Kota. ”Bahkan sejumlah sekolah juga menggunakan tenda karena untuk membangun butuh waktu lama,” kata dia.

Nila mengapresiasi tenaga kesehatan yang datang dari berbagai wilayah. Mulai dari yang terdekat, Bali, Jawa Timur bahkan juga dari Jawa Tengah. Para tenaga medis, dikatakan olehnya, datang dengan membawa peralatan yang dibutuhkan. Seperti engsel yang dibutuhkan untuk penanganan patah tulang.

”Kami sangat berterimakasih. Mereka bergerak bersama-sama. Bukan hanya dokter ortopedi, anestesi dan dokter umum, perawat juga ada. Semua totalnya cukup banyak,” kata dia.

Sementara itu, pada kesempatan sama, Nila mengapresiasi upaya RSUP dr Kariadi atas dibangunnya gedung pelayanan kanker terpadu. Selain menggunakan APBN, gedung ini dibangun menggunakan dana BLU.

”Ini berarti bahwa mereka bisa melakukan manajemen yang baik. Ada uang yang disisihkan untuk pembangunan yang nanti, harapannya bisa memberikan pemasukan kembali,” jelasnya usai meninjau fasilitas yang ada di gedung ini.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP, dr Kariadi mengatakan, gedung ini dibangun untuk meningkatkan pelayanan penyakit kanker di Jawa Tengah ataupun di Indonesia bagian tengah. Ia katakan, pihaknya ingin mengintegrasikan pelayanan dengan sumber daya yang ada ke dalam pengelolaan penyakit yang paripurna. ”Di RSUP dr Kariadi sendiri jumlah penyakit kanker dan jantung terus mengalami kenaikan. Gedung ini untuk menjawab itu,” ujarnya. (sga/ida)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...