33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Tiga Pejabat Polrestabes Dilaporkan Propam

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tiga pejabat penting di Polrestabes Semarang diadukan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng. Pelapornya, Jefry Fransiskus, warga Banyumanik, Semarang. Jefry adalah investor yang diputus sepihak oleh penanam saham Zeus Karaoke Semarang.

Jefry mendatangi Mapolda Jateng guna mengadukan tiga pejabat tersebut pada Rabu (8/8) lalu. Tiga pejabat itu adalah Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Fahmi Arifrianto, Kanit PPA Iptu Dhayita Daneswari, dan Kanit Tipikor AKP Ahmad Nurohim.

Ketiganya diadukan atas dugaan keberpihakan penyelidikan kasus penipuan, pengemplangan pajak dan dugaan prostitusi di Zeus Executive Karaoke yang dilaporkan Jefry ke Polrestabes Semarang pada 7 Juli 2018 lalu.

“Dalam SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) yang saya terima, kasus prostitusi sudah masuk ke penyidikan, dan penyidik sudah memeriksa sedikitnya 13 saksim bahkan ada dua orang saksi yang menyatakan Thomas, sebagai pemilik Karaoke Zeus,” ungkap Jefry.

Dikatakan, setelah lebih dari satu bulan sejak kasus tersebut dilaporkan, hingga saat ini tidak ada perkembangan apapun dan terkesan sengaja memperlambat proses penyidikan. Selain itu, polisi dituding membiarkan Karaoke Zeus tetap beroperasi hingga sekarang.

“Polisi sudah memeriksa saksi-saksi. Sudah menyita barang bukti adanya prostitusi di Zeus berupa nota pembayaran. Sudah memeriksa wanita atau nonanya, tapi sampai sekarang polisi tidak menetapkan tersangka. Juga tidak memasang garis polisi di lokasi,” katanya heran.

Menurut Jefry, sesuai yang disampaikan Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Fahmi Arifrianto, jika ada penjualan perempuan hingga saat ini akan dicatat sebagai bukti tambahan. Selain itu, Jefry mengatakan penjelasan yang diperolehnya dari Kasatreskrim, kasus tersebut belum bisa diproses dengan baik, karena tidak ada pengakuan dari terlapor.

“Padahal dari barang bukti, tanpa ada pengakuan sekalipun menurut pasal 184 KUHAP sudah cukup, namun semua itu tetap yang menentukan bersalah atau tidak, itu bukan polisi, tapi pengadilan, karena hakim adalah wakil Tuhan di bumi,” tandasnya.

Bukti lainnya, lanjut Jefry, ada 2 saksi yang mengubah keterangan karena pada waktu BAP kedua di Mapolrestabes saksi ditekan oleh pengacara. “Tugas pengacara kan  memberitahukan hak dan kewajiban kliennya, bukan mempengaruhi para saksi untuk memberikan keterangan yang tidak benar. Mestinya,  pengacara ini bisa ditangkap karena menghalangi penyidikan kepolisian,” desaknya.

Jefry juga mengaku selama kasus ditangani oleh penyidik Polrestabes Semarang, ia sebagai pelapor dibuat tidak nyaman. Pasalnya, penyidik menekan dirinya, bahkan diancam akan dipidanakan. Menjawab ancaman tersebut, Jefry melontarkan ke penyidik untuk menersangkakan dirinya bersama dengan keempat pemilik saham, serta meminta polisi untuk mencekal Thomas. “Inilah alasan saya melaporkan persoalan ini ke Propam Polda. Jika perkara yang saya adukan tidak menemukan titik terang baik dari Polrestabes maupun Propam Polda Jateng, maka saya punya hak untuk melanjutkan aduan saya ke jenjang yang lebih tinggi,” tegasnya.

Dia menambahkan, pelaporan ke Propam bukan ingin memperkeruh keadaan, tapi sebagai warga yang ingin mendapatkan keadilan dalam hukum, dan untuk mengingatkan kepada penegak hukum untuk profesional dalam menangani laporan masyarakat.

Abiyoso menegaskan, biar proses penegakan hukum berjalan sebagaimana mestinya.  “Bila ada yang tidak profesional dan  proporsional tentu juga akan terbuka nantinya,” katanya.

Pihaknya juga berharap dari Propam Polda untuk secepatnya menindaklanjuti laporan dimaksud, sehingga akan membuat terang semua persoalan dan penanganan yang terjadi.  “Apakah saya yang tidak profesional? Ataukah jajaran saya yang tidak  profesional? Biarlah nanti dari Propam yang akan memutuskan,” katanya. (mha/aro)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...