33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

Penutupan Sunan Kuning Butuh Persiapan Matang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pertimbangan kondisi ekonomi membuat Pemkot Semarang kesulitan melakukan penutupan Resosialisasi Argorejo atau terkenal dengan nama Lokalisasi Sunan Kuning. Para pelaku prostitusi dikhawatirkan tidak memiliki sumber penghasilan lain apabila penutupan dilakukan tanpa perhitungan yang matang. Sebab, dampaknya bisa saja para pelaku prostitusi justru menjalankan aktivitas serupa di tempat lain. Karena itu, Pemkot Semarang harus memastikan terlebih dahulu semua pelaku prostitusi di tempat itu sudah memiliki keterampilan lain, yang nantinya diharapkan mampu menghidupi mereka dengan cara yang lebih positif.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyatakan, berdasarkan aturan Kementerian Sosial mengenai kebijakan Indonesia Bebas Lokalisasi Prostitusi pada 2019, maka sudah seharusnya penutupan lokalisasi tersebut sudah dilakukan sebelum 2019 mendatang. Tercatat, ada sebanyak 42 lokalisasi di Indonesia yang rencananya akan segera ditutup. “Jangan sampai penutupan lokalisasi ini hanya sebagai ajang seremonial saja, namun kita juga harus mempertimbangkan banyak aspek sebelum menutup tempat tersebut, dan juga harus ditangani secara komprehensif,” kata wali kota yang akrab disapa Hendi ini saat diskusi terkait rencana penutupan Resos Argorejo di Hotel Grasia, Semarang, Kamis (9/8).

Hendi  mengakui adanya aktivitas prostitusi di Kota Semarang merupakan hal yang bisa menimbulkan citra buruk di kalangan masyarakat dalam kota maupun luar kota. “Sangat tidak elok memang jika dalam sebuah kota ada aktivitas prostitusi di dalamnya. Tapi kita ini tidak bisa serta merta menutup karena di sana banyak persoalan ekonomi,” ujar Hendi

Karena itu, jika nantinya akan dilakukan penutupan, Hendi meminta agar dipastikan bahwa para pelaku prostitusi itu sudah siap dan terampil untuk melakukan aktivitas lain yang positif. Tak hanya itu, pasca penutupan pun Hendi meminta agar segera disusun perencanaan yang matang untuk dapat segera mengubah kawasan bekas lokalisasi tersebut nantinya agar menjadi trademark baru Kota Semarang dengan citra yang lebih positif.

Dalam diskusi tersebut, Hendi menggandeng berbagai pihak, antara lain pendamping WPS Sunan Kuning, Yayasan Kalandara, KPA Kota Semarang, Yayasan Lentera Asa, Sokoguru Foundation, Forum Kota Sehat, Komisi Penanggulangan AIDS, SSR Aisyiyah Kota Semarang, LBH Apik, LO IAC Semarang, Semarang Gaya Community, Komunitas Odha Ohidha Semarang, Kodim 0733/BS Kota Semarang, Polrestabes Semarang, Kementerian Agama, Kejaksaan Negeri, Pengurus Kompleks Sunan Kuning, serta sejumlah perwakilan Perguruan Tinggi di Kota Semarang. (cr2/aro)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...