33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Imperialis Macan dan Jebakan Naga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Oleh: Dahlan Iskan

Ia tidak mau tinggal di rumah dinas perdana menteri.
Ia tidak mau pengawalan yang panjang: maksimum 4 mobil.
Ia berharap dilantik 14 Agustus ini: jadi perdana menteri Pakistan.

Ia: Imran Khan.
Kapten tim kriket nasional yang juara dunia itu.
Yang menang Pemilu 25 Juli lalu itu.

Ia tidak mau merangkul dua partai utama. Yang selalu berseberangan itu. Kekurangan kursi di parlemen ia tutup dengan merangkul kursi-kursi independen.

Imran menjanjikan Naya Pakistan: Pakistan Baru.

Tapi, ini dia…
Ia menghadapi problem mendesak: tidak ada uang. Dalam enam minggu ini harus dapat pinjaman. Setidaknya USD 12 miliar.

Kalau gagal, roda ekonomi macet. Krisis ekonomi. Bisa jadi krisis politik. Cadangan devisanya tinggal cukup untuk  impor enam minggu itu.

Sampai saat ini belum ada yang mikir itu. Ekonomi jalan sendiri. Pemerintah lama sudah berlalu. Pemerintah baru belum terbentuk.

Masyarakat berdebat sendiri-sendiri: akankah kembali mengemis ke IMF? Dengan menelan syarat yang klasik itu: cabut subsidi, kurangi defisit, swastanisasi dan seterusnya itu.

Bukan main pro-kontra IMF di masyarakat Pakistan saat ini.
Tapi kan tidak ada jalan lain?
”Ada”, kata yang anti IMF. Yakni: bersandar ke Tiongkok.

Tapi pro-kontra Tiongkok juga luar biasa. Masyarakat terbelah. Utang ke Tiongkok sudah terlalu besar: lebih USD 60 miliar. Sudah terancam tidak bisa bayar pula.

Pakistan benar-benar di antara mulut Singa IMF dan Naga Tiongkok.

Imran Khan belum memberi sinyal ke mana. Ia memang mengkritik proyek-proyek Tiongkok. Tapi tidak sekeras Mahathir di Malaysia. Ia mendengarkan suara dari Amerika. Yang mengingatkan bahaya utang Tiongkok. Tapi Imran juga tidak mau imperialisme modal Amerika.

Semua masih menunggu: Naya  Pakistan. Tapi juga belum jelas apa itu Naya Pakistan.

Calon Menteri Keuangan Pakistan, Asad Umar, juga belum memberi sinyal apa-apa.  Tapi banyak pihak mengakui reputasinya: CEO termahal dan  tersukses di Pakistan. Saat ia berumur 40 tahun. Yang menjadikan satu perusahaan kimia di sana menjadi konglomerat di banyak bidang usaha: pabrik pupuk, industri makanan, minuman, energi, dan retail. Itulah Engro Corporation.

Asad Umar gemas lihat ekonomi Pakistan. Minta berhenti dari jabatan CEO. Terjun ke politik. Gabung ke partainya Imran Khan. Terpilih jadi DPR lima tahun lalu.

Kini umurnya 61 tahun. Masih kuat menerima beban itu. Mestinya.

Indonesia pernah dalam posisi itu. Di akhir kepresidenan Bung Karno. Setelah tiga tahun sebelumnya melahirkan Nawa Cita.

Bahkan kondisi Indonesia lebih parah: pertumbuhan ekonomi negatif, cadangan devisa negatif, inflasi ratusan persen. Pangan susah. Sandang susah.
Tapi ada jalan keluar.

India juga pernah dalam posisi itu. Juga lebih sulit. Belum begitu lama: tahun 1979. Yang juga disebut sebagai kegagalan eksperimen Swadesi. Hampir saja India bangkrut.

Tapi lantas ada jalan keluar. Muncul menteri keuangan yang sangat hebat: Mahmohan Singh. Yang sepuluh tahun kemudian menjadi perdana menteri India.

Sejak itulah India bangkit. Sampai sekarang.

Imran Khan tahu semua itu.
Kelihatanya ia mau Pakistan Maju. Dengan mengabaikan dominasi partai lama.

Kalau Imran Khan sukses warga Surabaya pasti sangat bangga dengan Pakistan –terutama penduduk  Pakis Wetan. (dahlan iskan)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Anggota Polda Jateng Diduga Curi Motor

SEMARANG - Seorang anggota Polda Jawa Tengah berinisial EPS, 32, dari kesatuan Brimob terpaksa meringkuk di dalam sel Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat...

Ekspor Jateng Naik 3,83 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ekspor Jawa Tengah di awal tahun ini mengalami kenaikan sebesar 3,83 persen bila dibanding ekspor di akhir tahun lalu. Peningkatan disebabkan...

Parpol Harus Transparan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Partai politik diminta terbuka dalam hal bantuan anggaran.  Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 tahun 2017, penggunaan dana Parpol...

Ironi Kretek, Kekayaan Nusantara yang Terancam

Saat ini, petani tembakau resah atas kebijakan pemerintah yang cenderung tidak berpihak kepada mereka. Apalagi setelah muncul Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework...

Jaga Netralitas Penyelenggara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPRD Jateng kembali mengingatkan netralitas penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada 27 Juni 2018 mendatang. Hal itu cukup...

Terjaring Razia, Bikin Surat Pernyataan

WONOSOBO - Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Wonosobo terus berusaha menekan kenakalan remaja. Salah satu upaya dengan menggelar razia rutin di...