31 C
Semarang
Rabu, 2 Desember 2020

Tipu Ratusan Nasabah, Berkedok Deposito

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Jajaran polres Salatiga berhasil membekuk karyawan sebuah koperasi yang melakukan penggelapan uang milik sekitar 100 nasabah yang jumlahnya cukup besar. Pelaku bernama  Tsaniya Zulfah, 36, warga Dusun Ketanggen, Kelurahan Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

Pelaku melakukan aksinya dengan membujuk dan merayu korban untuk menabung atau menaruh deposito di Koperasi Bina Usaha Mandiri, yang beralamat di Toko Raya Baru Pasar Raya II Blok A-D1 yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Namun setelah menerima uang dari nasabah, selanjutnya uang tidak diserahkan ke Koperasi, namun dipergunakan untuk kepentingan sendiri.

Aksi pelaku terbongkar saat hari Sabtu tanggal 30 Juni 2018 pukul 09.00 salah satu warga, Tantie Prima, 60, warga ditawari korban untuk deposito di koperasi tempat pelaku bekerja. Korban tergiur dengan bunga simpanan tinggi, kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 50.000.000.

Setelah jatuh tempo, pada tanggal 30 Juli 2018 bermaksud untuk mengambil deposito di koperasi itu, namun tersangka tidak bisa di hubungi. Kagetnya, saat datang ke kantor ternyata deposito atas nama korban tidak ada. Atas kejadian itu, korban melaporkan ke Polres Salatiga. Berdasar laporan tersebut, polisi mencari dan berhasil menangkap pelaku.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan melalui kasubag humas AKP Joko Lelono menuturkan, pelaku dijerat dengan kasus penggelapan dan atau Penipuan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 Kitab Undang- Undang Hukum Pidana dan atau 378 Kitab Undang- Undang Hukum Pidana.

Dalam penelusuran wartawan, korban lain memang ada yang enggan melaporkan kerugian yang dialaminya. Salah satunya adalah Safroni, warga Pungkursari yang merelakan tabungannya hingga belasan juta rupiah. “Saat saya cek, ternyata tabungan saya hanya Rp 300 ribu,” terang Safroni saat bertemu wartawan. (sas/bas)

More articles

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...