31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

18 Damkar Jinakkan Kebakaran Gudang Plastik

Seorang Warga Terluka

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebuah gudang dan tempat pengolahan sampah plastik di Jalan Brigjen Sudiarto, sekitar 50 meter dari traffic light Simpang Fatmawati, Pedurungan, Semarang ludes dilalap di jago merah, Senin (6/8) siang. Sumber api diduga berasal dari ruang mesin giling di bagian belakang bangunan. Kebakaran sekitar 7 ton rosok plastik tersebut menimbulkan asap hitam yang membumbung tinggi selama kurang lebih tiga jam di langit Pedurungan. Asap kebakaran terlihat dalam radius 100 meter. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) bersama warga berjibaku menjinakkan kobaran api dengan melakukan penyemprotan.

Menurut karyawan gudang rosok plastik, Bambang Susanto, 37, kobaran api kali pertama diketahui sekitar pukul 12.00 dari ruang produksi atau tempat mesin giling di bagian belakang. Kebakaran itu terjadi saat jam istirahat. Saat itu, ia sedang berada di depan gudang. Selain dirinya, juga terdapat tiga orang di dalam gudang. “Setelah salat dzuhur, di bagian belakang ada yang teriak kebakaran, tepatnya dari ruang produksi atau tempat mesin giling. Waktu saya lihat ke belakang, api sudah besar,” katanya saat ditemui  Jawa Pos Radar Semarang di lokasi kejadian, Senin (6/8).

Begitu melihat api membakar material dari bahan plastik tersebut, Bambang dan karyawan lainnya panik berhamburan ke luar gudang. Mereka juga sempat mengeluarkan sejumlah peralatan elektronik yang berada di bagian depan gudang atau kantor.  “Setelah tahu ada api, kami langsung lari keluar. Mesin giling sendiri posisi off semua selama waktu istirahat,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan gudang tersebut, memilih berhamburan sambil menyelamatkan barang berharga. Bahkan, salah seorang warga diketahui bernama Surono, yang ikut membantu petugas menarik selang justru terjatuh dari ketinggian kurang lebih lima meter.  “Dia membantu petugas menarik selang, tetapi terjatuh setelah menginjak asbes atap. Langsung dibawa ke rumah sakit,” kata warga sekitar, Wasit Darono.

Bambang Susanto menuturkan, sebanyak 20 pekerja yang panik akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan diri masing-masing. Setelah itu, para pekerja langsung meminta warga sekitar agar menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran. “Titik munculnya api berawal dari ruangan penggilingan, padahal di ruangan itu ada bak air berukuran 2 x 12 meter persegi, namun karena banyaknya sampah plastik, api menjalar dengan sangat cepat. Besar kemungkinan penyebab kebakaran adalah percikan api yang timbul dari arus pendek listrik,” tambahnya.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sumarsono, mengaku mengerahkan sekitar 18 unit armada pemadam kebakaran (damkar) ke lokasi kejadian. Proses pemadaman berlangsung cukup lama lantaran material yang terbakar berbahan plastik.  “Bahan yang terbakar ini berbahan plastik, jadi kami lakukan treatment khusus dalam pemadaman dengan menggunakan liquit foam. Saat ini, sudah proses pendinginan dan mencari titik api yang tertutup material plastik.

Ia mengatakan, lamanya proses evakuasi dikarenakan sejumlah faktor, seperti titik api yang terletak cukup dalam, material yang terbakar  jumlahnya sangat banyak. Akibat lokasi kebakaran yang dipadati warga, membuat mobil pemadam kebakaran mengalami keterlambatan menuju ke lokasi.

“Dalam bulan Agustus ini sudah ada 10 kebakaran di Kota Semarang, mungkin ini yang  terbesar. Saya melarang warga untuk membakar sampah sembarangan, karena ini musim kemarau, saya juga mengingatkan semua elemen masyarakat untuk selalu mengecek etalasi listrik secara rutin agar tidak terjadi hal seperti ini,” tegas Sumarsono, Senin (4/8). (mha/cr2/mg16/mg17)

Latest news

Related news