33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Bupati Buka Peluang Pasar Batik ke Rusia

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mendapat kehormatan untuk menyerahkan batik Pekalongan untuk menjadi salah satu koleksi di The State Museum of Oriental Art, Moscow.

Moment membanggakan tersebut dilakukan di sela acara Festival Indonesia ke 3 yang diselenggarakan di Krasnaya Presnya, Moscow. Dalam kesempatan tersebut bupati menyempatkan diri berkeliling di taman seluas 16,5 hektare tersebut.

Diketahui, The State Museum of Oriental Art, Moscow, merupakan satu-satunya museum di Rusia yang mengoleksi, melestarikan, meneliti, dan mempromosikan benda-benda seni yang berasal dari negara-negara di Asia.

Secara simbolis batik tersebut diserahkan kepada General Director the State Museum of Oriental Arts, Moscow, Profesor A. Sedov.

Bupati mengungkapkan bahwa penyerahan batik Pekalongan sebagai bentuk diplomasi budaya dan ekonomi dalam lingkup internasional, yang dilakukan kepada Pemerintah Kota Moscow yang diwakili Kepala Deputi Departemen Ekonomi Eksternal dan Kerjasama Internasional, Ilya Kuzmin.

“Festival Indonesia ke 3 di Moscow adalah ajang sebagai promosi batik Pekalongan. Serta sebagai pintu masuk internasionalisasi batik Pekalongan, yang pada akhirnya akan mampu mengangkat produk-produk lokal dan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ungkap bupati.

Asip juga mengatakan, di tengah ketatnya persangaingan perdagangan batik di tanah air, maka perlu adanya terobosan baru dalam mempromosikan batik, termasuk ke Festival Indonesia di Moscow, hal itu dilakukan untuk membuat pasar baru di luar negeri.

Menurutnya dengan mengikuti Festival Indonesia, maka peluang pasar baru batik Pekalongan di luar negeri, khususnya Rusia terbuka lebar, terlebih banyaknya pengusaha dan desainer dari beberapa manca negara yang mengikuti Festival Indonesia, sangat tertarik dengan batik Pekalongan.

“Kami berharap dengan dipromosikan batik Pekalongan di Festival Indonesia di Moscow ini, bisa ditindaklanjuti oleh para pengusaha batik yang ada di Pekalongan, dengan membuat batik tulis Pekalongan yang lebih bagus, melakukan kerjasama dengan desainer yang berada di luar negeri, termasuk di Rusia ini,” harap bupati. (thd/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sempat Ditentang Keluarga, Ingin Banyak Buka Lapangan Pekerjaan

RADARSEMARANG.COM - Ririh Ayu Widiyastuti adalah alumnus Politeknik Negeri Semarang (Polines). Begitu lulus kuliah, ia mencoba menciptakan lapangan pekerjaan dengan menjadi seorang enterpreneur. Ia...

Lulusan Termuda Undip Terima Penghargaan Leprid

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG— Clarissa Ivanna Kartika Dinansi, menjadi lulusan termuda Fakultas Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip). Gadis berusia 18 tahun itu mampu menyelesaikan kuliah dalam...

6 Bulan, Investor BukaReksa Capai 35 Ribu

SEMARANG – Bukalapak resmi meluncurkan Buka Reksa, sebuah fitur reksa dana online pada Januari lalu. Dalam kurun waktu enam bulan, sebanyak 35 ribu investor...

Klaim Bebas Glonggongan, Bina Para Jagal Sapi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang mengklaim Kota Magelang alam dari daging sapi glonggongan. Kepala Disperpa Kota Magelang Sri Retno...

Tak Cukup untuk Beli Lahan Pengganti

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Lebaran telah berlangsung, jalanan tol sudah banyak dilalui masyarakat untuk mengurai kemacetan. Namun ternyata nasib malang masih menimpa 120 kepala keluarga (KK) yang menghuni...

Perda RTRW dan LP2B Tak Sinkron

Kerap ditemukan perbedaan zona antara Perda LP2B dan Perda RTRW. Hal itu mengakibatkan kerancuan dalam hal perizinan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Diah Aning Budiarti RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Pemkab...