33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Ajak Siswa Sulap Limbah Styrofoam Jadi Keramik Cantero

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM Styrofoam/stereofoam/polystyrene foam merupakan limbah tak ramah lingkungan karena tidak biodegradable. Keberadaannya di lingkungan mamunculkan masalah baru seperti polusi dan banjir. EPA (Enviromental Protection Agency) mengkategorikan styrofoam sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia.

Tidak banyak orang tahu bahwa styrofoam bisa dijadikan keramik cantero, namun di SMK Negeri 1 Warungasem pernah dilakukan pembuatan keramik cantero ini. Cantero berasal dari kata cangkang telur dan styrofoam. Keramik cantero dibuat dari limbah cangkang telur dan styrofoam.

Dalam pembuatan keramik cantero, styrofoam dan cangkang telur diperoleh dari limbah yang belum termanfaatkan. Styrofoam diperoleh dari sisa-sisa dekorasi, pembungkus elektronik dll. Cangkang telur didapat dari limbah dapur, limbah pedagang makanan dll. Dengan memanfaatkan limbah yang ada di lingkungan untuk proses pembuatan keramik cantero, secara tidak langsung siswa mendapatkan pendidikan karakter. Siswa menjadi cinta kebersihan, mencintai alam dan kreatif untuk menyelamatkan lingkungan dengan menghasilkan karya baru.

Pemikiran pengolahan dalam bentuk lain muncul dengan dasar pemikiran, dalam kondisi lelehan, styrofoam mempunyai sifat lengket sementara cangkang telur yang mengandung banyak kalsium karbonat (CaCO3) mempunyai sifat yang kuat dan keras. Dua sifat ini jika dipadukan menjadi produk baru dalam bentuk keramik cantero.

Proses pembuatan keramik cantero dilakukan dengan cara yang sangat sederhana dan tidak memerlukan keahlian khusus. Bahan dan alat sangat mudah didapat dan murah. Alat yang digunakan diantaranya : ember, cetakan, penghalus (blender/lumpang alu), timbangan, pisau/cutter, penyaring, ampelas, serbet/lap Sedangkan bahan yang digunakan berasal dari limbah di lingkungan seperti limbah styrofoam, limbah cangkang telur, bensin, pewarna tekstil.

Langkah pembuatan keramik cantero prinsipnya seperti membuat keramik tradisional (gerabah) yaitu persiapan, proses pencampuran dan finishing. Pertama-tama pada kegiatan persiapan dilakukan pembersihan styrofoam dan pencucian cangkang telur kemudian cangkang telur dijemur. Setelah kering, cangkang telur dihaluskan/diblender sampai halus.

Kedua proses pencampuran. Pada proses ini styrofoam dipotong–potong kemudian dilelehkan menggunakan bensin. Styrofoam dapat juga dilelehkan dengan menggunakan aseton atau dengan minyak atsiri seperti minyak kayu putih dan minyak d-Lemonene. Setelah terbentuk lelehan styrofoam, cangkang telur yang sudah halus dicampurkan ke dalam lelehan tersebut. Campuran diaduk hingga rata. Setelah adonan rata, cetak bahan adonan tadi sesuai selera. Kemudian hasil pencetakan dikeringkan.

Langkah ketiga adalah finishing. Setelah keramik kering, diamplas agar hasil lebih menarik dan untuk souvenir dapat ditambah pernis agar mengkilap. Pemanfaatan keramik ini cukup banyak seperti hiasan dinding, asbak, souvenir, batako dan lain-lain. Perbandingan styrofoam dan cangkang telur serta kehalusan serbuk cangkang telur yang dipakai disesuaikan dengan hasil yang diinginkan.

Melalui kegiatan ini siswa mendapat pengalaman yang menyenangkan. Siswa dapat merasakan bahwa pelajaran kimia tidak sekadar materi hafalan dan terkesan abstrak tetapi ternyata kimia dapat direalkan serta dimanfaatkan untuk lingkungan dan masyarakat. (kpig1)

Guru SMK Negeri Warung Asem Batang

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...