Beranda Berita Semarang Wow, TPP ASN Naik 50 Persen

Wow, TPP ASN Naik 50 Persen

ASN Pemkot Semarang

Others

“Saya berpesan, kenaikan penghasilan ini jangan untuk konsumtif PNS, tetapi digunakan untuk kesejahteraan keluarga.”

Hendrar Prihadi – Wali Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kabar gembira bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Semarang. DPRD Kota Semarang menyetujui kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN pada 2019 sebesar 50 persen dibanding TPP 2018. Persetujuan kenaikan tersebut diputuskan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang, Jumat (3/8) kemarin.

Penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2019 tersebut dilakukan antara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dengan DPRD Kota Semarang disaksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Semarang.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, mengatakan, persetujuan kenaikan TPP sebesar 50 persen atau sekitar hampir Rp 200 milir tersebut berdasarkan pertimbangan sejumlah pihak terkait dengan belanja yang cukup meningkat dan beban kerja para ASN.

“Di samping sekarang ini sudah tidak ada namanya pungutan di luar ketentuan, ini sudah komitmen para PNS (ASN) untuk tidak melakukan hal tersebut. Ini kan juga pembenahan para aparatur negara, dan ini harus diimbangi dengan punishment,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang usai rapat paripurna.

Punishment yang dimaksudkan Supriyadi adalah ASN yang tidak mendapat TPP jika melakukan pelanggaran disiplin, seperti terlambat masuk kerja yang dibuktikan melalui presensi kehadiran dengan teknologi finger print. Pihaknya menyebut, nantinya akan ada penghitungan khusus terkait sanksi itu.

Dikatakan, pihaknya menyetujui adanya kenaikan TPP, namun harus dibarengi dengan pendapatan anggaran daerah yang naik. Seperti di tahun ini yang defisitnya hampir mencapai Rp 700 miliar. Dengan demikian, seluruh pihak harus tetap fokus dan saling bantu terkait pendapatan daerah.

“Ketika sudah terpenuhi, baru membahas terkait dengan TPP. Kalau itu cukup dengan anggaran ya tetap kita alokasikan ke kenaikan TPP itu. Yang tahun 2019 mendatang itu ada kenaikan 50 persen. Tadi disampaikan wali kota, ada Rp 4,9 triliun, tahun ini Rp 5,2 triliun,” katanya.

Nilai tersebut, menurut Supriyadi, karena masih ada kekurangan dari dana alokasi khusus (DAK) yang belum masuk ke APBD. Menurutnya, setelah adanya transparansi atau pemberitahuan dari Kementerian Keuangan, total dari belanja APBD 2019 hampir mencapai Rp 5,3 triliun.

“Mudah-mudahan dengan adanya peningkatan PAD, ya rata-rata 13 persen, untuk tahun depan bisa ditingkatkan. Nanti akan diambilkan dari sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa), di antaranya adalah kita memacu pendapatan untuk menutup defisit yang hampir Rp 700 miliar itu,” tandasnya.


Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DPRD dan seluruh jajaran OPD Kota Semarang yang telah menyetujui adanya kenaikan TPP sebesar 50 persen pada 2019 mendatang. Hendi –sapaan akrab Wali Kota– berharap, para ASN semakin termotivasi untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Kota Semarang.

“Saya berpesan, kenaikan penghasilan ini jangan untuk konsumtif PNS, tetapi digunakan untuk kesejahteraan keluarga,” pasanya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Semarang, Bambang Sukono, menjelaskan, kenaikan TPP 50 persen merupakan nilai keseluruhan atau anggaran yang diajukan. Sedangkan kenaikan TPP setiap ASN di lingkungan Pemkot Semarang disesuaikan dengan golongan dan eselon.

“Nilai 50 persen itu bukan tiap pegawai, tapi anggaran secara keseluruhan. Untuk pembagiannya nanti berbeda-beda. Yang pasti disesuaikan dengan golongan dan eselon,” tegas Bambang Sukono. (tsa/zal/aro)

Stay Connected

12,288FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News