33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

RPJM Dinilai Belum Tepat Sasaran

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo menggelar rapat dengar pendapat dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di Gedung DPRD Wonosobo, Selasa (31/7). Dewan menilai, program Pemerintah Daerah, khususnya pengurangan kemiskinan, tidak tepat sasaran.

Ketua Komisi A Suwondo Yudhistiro menyebutkan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dicanangkan pemerintah dalam 5 tahun ke depan tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ini seperti yang disampaikan oleh BPS mengenai data penurunan angka kemiskinan antara 2016-2017, yang hanya turun sebesar 0,9 persen. Padahal target pemerintah, bisa menurunkan angka kemiskinan sebesar 2 persen. “Ini artinya, Pemerintah Daerah salah dalam mengambil kebijakan yang terkait pengentasan kemiskinan,” katanya.

Program-program yang diberikan pemerintah juga dirasa tidak banyak menyentuh masyarakat yang memang membutuhkan. Ia menyebutkan contoh program yang tidak tepat sasaran seperti, bantuan rastra.” Dari data Bappeda, 68 persen masyarakat yang dikategorikan mampu, tetap masih menerima rastra. Nah inikan salah,” imbuhnya.

Dari data indikator makro yang disampaikan BPS, ada beberapa kategori untuk menunjukkan tingkat kemiskinan yang berada di Kabupaten Wonosobo. Salah satu yang disinggung BPS ialah Batas Kecukupan Makanan (BKM). BKM yang ditetapkan untuk kategori keluarga bisa hidup sehat dibutuhkan rata-rata 2100 kilo kalori/kapita. Sementara setiap tahunnya, grafik dan persentasenya naik dari 2015-2016 sebesar 19,36 persen. Dari jumlah 249.180 jiwa per bulan menjadi 297.422 jiwa.

Sementara itu, jika mengacu dari data yang disampaikan Bappeda terkait peta kemiskinan, titik terbanyak pada zona merah berada di daerah pinggiran, seperti daerah pedesaan dan pegunungan. Dari 15 kecamatan di kabupaten wonosobo, zona merah terbanyak berada di 4 kecamatan. Yaitu Kecamatan Kalikajar, Watumalang, Sapuran dan Kejajar. “Salah satunya bisa dilihat dari rumah yang belum memiliki jamban,” jelas Suwondo.

Suwondo mencontohkan, dari laporan Camat Kalikajar, ada lebih dari 10.055 rumah yang tidak memiliki jamban. Menurutnya, rumah yang tidak memiliki jamban itu bukan hanya milik mereka yang tergolong sebagai masyarakat miskin.

Dari data yang disampaikan itu, Komisi A berharap pada pemerintah kabupaten segera mampu membuat blueprint dalam menangani kantong-kantong kemiskinan secara terpadu. Selain itu pemerintah juga harus bisa segera melakukan percepatan program, terutama yang berada pada zona merah. Di satu sisi, program untuk meningkatkan pola kesadaran dan pemberdayaan masyarakat juga perlu disentuh sehingga segala bantuan yang diterima di tiap-tiap desa tidak melulu digunakan untuk pembangunan fisik saja. (cr1/ton)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bupati dan DPRD akan Galang Dana untuk Persik

KENDAL—Meski lolos sebagai juara satu Laga Liga 3 Jateng dan maju sebagai perwakilan Jateng di Liga 3 Nasional, Persik Kendal masih kesulitan pembiayaan. Pasalnya,...

Mirna akan Evaluasi Pejabat Eselon II dan III

KENDAL—Bupati Kendal Mirna Annisa berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Organisasi Perangakat Daerah (OPD). Yakni atas pemberlakuan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru...

NU Haramkan Monopoli Frekuensi Publik

SEMARANG - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengharamkan kepemilikan lebih terhadap frekuensi publik. Pasalnya, monopoli frekuensi publik kerap disalahgunakan...

Dafam Siap Go Public

SEMARANG – PT Dafam Hotel Management (DHM) bersiap untuk melakukan ‘Go Public. Initial Public Offering (IPO) atau penjualan pertama saham umum direncanakan dapat terlaksana...

Wadah Berbagi Kebahagiaan Penyandang Disabilitas

RADARSEMARANG.COM - Komunitas Sahabat Unik Luar Biasa atau Sulbi merupakan gerakan yang dilakukan kelompok pemuda asal Semarang untuk teman-teman penyandang disabilitas. Seperti apa? NIKEN PRAHASTIWI SULBI...

Persibat Ajak Suporter Ngabuburit

BATANG-Untuk mengisi jeda rehat kompetisi dan memanaskan mesin, Laskar Alas Roban Persibat Batang dipastikan menjamu Laskar Alas Ketonggo Persibanga Ngawi, dalam pertandingan bertajuk Ngabuburit...