14.9 C
Munich
Sabtu, 31 Oktober 2020

Waspadai Kebakaran Hutan dan Permukiman

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kekeringan mulai terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah. Sejumlah daerah seperti Wonosobo, Blora, Grobogan dan Rembang sudah harus diberikan bantuan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, termasuk untuk minum.

”Pemerintah telah memberikan bantuan truk untuk memasok kebutuhan air masyarakat. Kami drop sesuai kebutuhan, langsung dari BPBD, karena sekarang sudah tidak ada bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah),” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sri Puryono.

Ia menyebutkan, beberapa daerah lainnya seperti Wonogiri juga sudah mengalami kesulitan air. ”Saya kira, ini kemarau kering. Kalau dulu kemarau basah, sehingga masih ada hujan,” imbuhnya.

Selain kekurangan air, Pemprov Jateng mewaspadai terjadinya kebakaran di sejumlah titik. Seperti hutan, permukiman penduduk juga pertokoan atau pasar. ”Kami siap siaga untuk kebakaran juga,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Plh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana mengatakan bahwa kebakaran hutan dan gunung memang menjadi perhatian dari BPBD Jateng di musim kemarau kali ini. Tidak seperti di areal persawahan, kebakaran hutan dan gunung sangat sulit untuk dikendalikan. ”Sulit dipadamkan karena memang harus dilakukan secara manual,” ujarnya belum lama ini.

Untuk mengantisipasi kebakaran hutan, pihaknya telah memasang CCTV di sejumlah titik yang dapat dipantau secara langsung dari kantor maupun lewat smartphone. ”Kami juga sudah ada sistem, yakni masyarakat bisa melaporkan ketika terjadi bencana. Termasuk kebakaran hutan, sehingga bisa segera diberikan penanganan,” paparnya. (sga/ida)

Berita sebelumyaPendapatan UPUBKB Diprediksi Meningkat
Berita berikutnyaSapi Kurban
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...