33 C
Semarang
Kamis, 22 Oktober 2020

Home Visit, Strategi Jitu Bangun Kedekatan Guru dan Peserta Didik

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – PEMBELAJARAN yang menyenangkan merupakan impian bagi peserta didik dan juga guru sebagai pemegang kendali dikelas. Namun hal ini seringkali menjadi  impian kosong belaka. Alih-alih pembelajaran menyenangkan yang didapat di kelas, seringkali justru guru dan peserta didik mengalami Bad Time. Pengemasan penyampaian materi yang monoton, peserta didik yang tidak memperhatikan guru, dan komunikasi yang tidak efektif  memicu semakin tidak menyenangkannya pembelajaran di kelas.

Metode pembelajaran juga dianggap oleh sebagian orang sebagai hal yang berpengaruh pada hasil belajar peserta didik. Anggapan itu adalah benar tapi toh demikian tidak selamanya benar, karena secanggih apapun metode yang dipakai, jika pada praktiknya yang terjadi adalah suasana kaku antara guru dan peserta didik maka target yang diharapkan akan semakin jauh perealisasiannya. Dan disadari atau tidak, faKtor psikologis guru dan peserta didik berperan penting dalam keberhasilan pembelajaran di kelas. Guru bukanlah robot yang hanya sekedar memberikan materi tanpa peduli dengan kondisi yang melatar belakangi kemajuan atau bahkan penurunan prestasi peserta didik dan begitu juga sebaliknya.

Tanpa memperhatikan sisi psikologis peserta didik, seringkali guru terjebak dengan standar “AKU” yang terlalu tinggi tanpa memperhatikan faKtor lain dari “MEREKA” para peserta didik.  Adalah hal yang wajar jika seorang guru memberikan penugasan, pelatihan, dan penilaian kepada peserta didik namun ketika hasil tidak sesuai dengan harapan, guru seringkali terbawa pada situasi men-judge peserta didik dan kemudian memberikan label siswa pintar atau bodoh, patuh atau membangkang, dan lain sebagainya.

Disadari atau tidak, pikiran dan penilaian terhadap peserta didik tersebut terbentuk dengan sendirinya. Akan tetapi akan berbeda jika kita sebagai guru dapat memahami peserta didik tersebut dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Artinya, hasil penugasan, pelatihan , penilaian atau bahkan sikap yang ditunjukkan peserta didik tersebut tidak menjadi satu-satunya tolok ukur prestasi atau kompetensi yang dimiliki peserta didik, karena bisa jadi hal tersebut disebabkan adanya faktor lain. Sebagai contoh adalah salah satu murid penulis yang bernama Adi. Dia bisa dikatakan sebagai siswa berpotensi, baik akademik maupun non akademik. Tapi ada “sesuatu” yang akhirnya dia cenderung masuk dalam kategori siswa pembangkang dan sulit diatur. Yang lebih parah adalah dia seringkali memprovokasi teman-temannya untuk meniru sikapnya. Alhasil, kelas Adi menjadi kelas yang “luar biasa”.

Hingga suatu ketika muncul ide untuk mendekati dia dan teman-temannya. Penulis mulai mengenal karakter dan gaya pertemanan mereka. Ide mereka mengajak jalan-jalan, penulis oke kan dan sempatkan untuk mampir ke rumah Adi. Pertemuan dan perbincangan dengan ayah Adi, membawa penulis pada simpulan bahwa Adi “bermasalah”dikarenakan banyak faktor pemicu. Perceraian orangtua dan segala permasalahan keluarga menjadikannya memiliki karakter seperti sekarang ini.

Hasil dari kunjungan/home visit  ini membuahkan gambaran solusi bagi ayah Adi dan penulis selaku gurunya. Dari beberapa kali home visit ke rumah Adi dan beberapa temannya membawa dampak kedekatan antara penulis dan mereka. Mereka mulai tidak canggung untuk curhat tentang permasalahan mereka. Alhasil, ini berdampak positif pada pembelajaran di kelas. Akhirnya penulis tiba pada sebuah pemikiran bahwa yang Adi dan teman-temannya butuhkan adalah motivasi dan arahan untuk masa depan mereka yang berawal dari sikap dan antusias mereka dalam pembelajaran dikelas.

Indah Perdana Sari MPd dalam blognya mengatakan ketika guru melakukan pendekatan  dan melakukan kunjungan/home visit, guru memiliki dua manfaat. Pertama, memperoleh berbagai keterangan/data yang diperlukan dalam memahami peserta didik dan lingkungannya. Kedua, mengubah dan memecahkan permasalahan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.

Home visit merupakan salah satu layanan pendukung dari kegiatan bimbingan yang dilakukan guru dengan mengunjungi orang tua/tempat tinggal peserta didik. Kegiatan dalam home visit dapat berbentuk pengamatan dan komunikasi langsung tentang kondisi rumah tangga, fasilitas belajar, dan hubungan antar anggota keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan peserta didik. Fungsi utama dari kegiatan home visit ini adalah fungsi pemahaman yang didapat dari kedekatan guru dan peserta didik sehingga guru akan memahami posisi peserta didik “seutuhnya” dan manakala peserta didik mengalami permasalahan dalam pembelajaran, guru tidak akan mudah memberikan label buruk bagi peserta didik. Semoga. (kpig1/aro)

Guru Bahasa Inggris MTs Agung Alim Blado

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...