31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Proses Pelebaran Jalan Pahlawan Dikeluhkan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Proses pelebaran Pahlawan Kota Magelang dikeluhkan warga. Pasalnya, proses pembangunan tersebut membuat warga sekitar tidak bisa melakukan aktivitasnya.

Salah satu warga Boton Balong, Potrobangsan, Jalan Pahlawan, Heri, 54, mengaku tidak dapat menggunakan akses jalan seperti biasanya. Sebab terjadi kemacetan yang sangat lama pada jam-jam tertentu. Heri juga mempertanyakan apakah pelebaran jalan tersebut sebagai satu-satunya solusi dalam mengatasi kemacetan yang sering terjadi di Jalan Pahlawan.

“Sayang sekali, juga ada penebangan pohon yang menyebabkan bertambah panas. Selain itu, polusi debu dari akar pohon yang dinaikkan ke dalam truk. Sekarang saja sudah bisa dirasakan panasnya ditambah debu-debu nempel di makanan dagangan saya,” keluh Heri, Selasa (31/7).

Pengayuh becak yang biasa mangkal di Jalan Pahlawan, Kelik, 65, juga merasa kesulitan untuk mendapat penumpang ketika jalan Pahlawan dilebarkan. Hilangnya jalur lambat dan material yang menumpuk menyulitkannya.

“Sekarang penumpang terpaksa saya turunkan di jalan, tidak sampai tujuannya. Tapi penumpang sudah maklum karena tahu kondisinya. Saya juga tidak tahu, besok apa masih bisa mangkal di daerah sini kalau jalur lambat semakin sempit,” ujar Kelik.

Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang, Santoso Endra Gunawan mengungkapkan, pelebaran Jalan Pahlawan dilakukan karena selama ini sering terjadi kemacetan pada jam-jam berangkat dan pulang sekolah. “Pelebaran jalan yang dulunya dengan lebar rata-rata 8 meter dilebarkan menjadi 10 meter tersebut akan dilakukan mulai dari taman Pentiperi hingga lampu merah pertigaan jalan Piere Tendean sepanjang 600 meter,” kata Santoso.

Pelebaran jalan ini berimbas pada pembongkaran dan penebangan pohon-pohon peneduh di sepanjang Jalan Pahlawan. “Nantinya jalur lambat yang selama ini dipergunakan untuk pesepeda dan juga pengemudi becak, akan dilakukan penyempitan jalan yang semula memiliki rata-rata lebar 3 meter dipersempit menjadi 2,5 meter,” beber Santoso. (mg30/mg31/had/ton)

Latest news

Related news