33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Transparansi Hingga Pelosok Desa

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang akan bersikap transparan sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.  Di era digital seperti sekarang, masyarakat sangat butuh informasi yang cepat, akurat dan transparan. Ini sebagai bentuk perwujudan pemerintah dalam memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat.

“Data adalah segala – galanya di kehidupan era digital, maka data informasi menjadi bagian terpenting bagi kehidupan keseharian dari pusat kota hingga pesolok desa, yang tak terpisahakan dengan kemajuan informasi teknologi (IT),” tegas Wakil Bupati Suyono saat membuka kegiatan Focus Group Discussion tentang Tata  Kelola Data Informasi Publik Berbasis Singgle Data System dan Open Data, kegiatan berlangsung di aula kantor bupati, Senin (30/7).

Keterbukaan informasi sebagai upaya mewujudkan smart city dan kepercayaan masyarakat. Karena kekuatan pemerintah ada pada data dan kita harap masyarakat bisa mendapat informasi sesuai yang dibutuhkan.

“Kita tidak usah takut dengan transparansi, yang penting akuntabilitas data yang bersinergi antar OPD, data informasi harus sampai ke unit – unit terkecil. Sehingga keterbukaan tercapai sesuai dengan perundang – undangan,” tandasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jamal Abdul Naser mengatakan, kegiatan tersebut untuk memberikan wawasan dan persepsi yang sama dalam implementasi Undang – Undang Keterbukaan Informasi Publik menuju pengelolaan data informasi berbasis single data sistem dan open data dalam mendukung smart city.

Dengan terbentuknya Pejabat Pengelola Informasi Data (PPID) di tingkat desa sebagai bentuk loyalitas desa dalam melayani masyarakat dan menjamin masyarakat mendapat informasi, sehingga ada keterbukaan data informasi bagi masyarakat untuk mengontrol kinerja dari pemerintah desa.

“Untuk itu, PPID di desa dibentuk untuk meningkatkan pengelolaan pelayanan informasi publik lebih baik yaitu efektif dan efisien, serta mengintegrasikan data informasi secara harmonis dan mampu membantu penyampaian informasi yang cepat mudah dan akurat,” jelas Jamal Abdul Naser. (han/zal)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Proyek Tol Terkendala Cuaca

SLAWI - Proyek jalan tol Trans Jawa seksi III dan IV ruas Brebes-Pemalang yang melintas di Kabupaten Tegal hingga kini masih berlangsung. Saat ini,...

Bupati Mengajar, Minta Siswa Tak Terpengaruh Medsos

BATANG-Menjadi guru dadakan di Sekolah Menengah Negeri (SMP), 3 Jumat (18/8) kemarin, Bupati Batang Wihaji, mengingatkan siswa-siswi agar tidak terpengaruh media sosial (medsos). Terpenting,...

Penipu Modus PNS Dibekuk

SALATIGA-Polres Salatiga menangkap Suryanto alias Gendut, 38, warga kampung Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Gendut disangka menipu Mundori, warga Gebukan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang...

Tiga Tersangka, Amankan Ratusan Pil Thryhex

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Aparat Satnarkoba Polres Demak berhasil menangkap tersangka pengedar narkoba. Yaitu, Danu Riza, 18, warga Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Wikanto, 23, warga Desa Kalisari, Kecamatan Sayung,...

Kinerja TPKD Kendal Tak Optimal

KENDAL—Program penurunan angka kemiskinan di Kendal masih kurang optimal. Terbukti angka kemiskinan tiga tahun terakhir, stagnan. Penurunannya setiap tahun kurang dari satu persen. Tim...

Sekaligus Bantu Sosialisasikan Bahaya Seks Bebas

Satu lagi, komunitas berdiri di Kabupaten Magelang. Sekelompok anak muda membentuk komunitas sahabat TNI-Polri atau disingkat Kombatpol. Organisasi ini konsen menangkal isu-isu radikalisme dan...