33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Terminal segera Pindah, Sopir Bus AKDP Resah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) akan segera dipindahkan oleh Dinas Perhubungan dari Terminal Terboyo ke Terminal Penggaron dan Mangkang. Pemindahan tersebut menyusul adanya hasil rapat yang digelar Dishub Jateng bersama Dishub Kota Semarang bersama Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) terkait pemindahan tersebut pekan lalu. Dishub Kota Semarang menargetkan melakukan pemindahan maksimal 1 September mendatang. Karuan saja, rencana pemindahan terminal tersebut, membuat para awak bus resah.

Kepala Dishub Kota Semarang, M Khadik, menjelaskan, pemindahan tersebut dilakukan lantaran pembangunan Terminal Terboyo yang telah berganti status dari tipe A menjadi tipe C, yakni untuk Terminal Peti Kemas dan parkir truk.

Khadik mengakui adanya keluhan dari para awak bus AKDP maupun AKAP saat ujicoba sebelumnya telah dilakukan. Hal tersebut ditindaklanjutinya dengan mengirim surat ke Dishub Jateng dan Kementerian Perhubungan terkait pemindahan. “Sekaligus nanti ada perubahan pengawasan ke mereka. Kemarin sudah rapat dengan Dishub Jateng dan kami diberi waktu sampai 1 September,” jelasnya, Senin (30/7).

Untuk proses pemindahan, Khadik berjanji akan segera melakukan sosialisasi. Sehingga saat dipindahkan tidak ada protes seperti sebelumnya.

Ia membeberkan, nantinya bus AKDP dari utara dan selatan akan dipindah ke Terminal Penggaron. Sedangkan bus dari barat akan dipindah ke Mangkang termasuk bus AKAP.

Terkait pembangunan Terminal Terboyo sendiri, Khadik menyebut pada awal September mendatang akan dilakukan pembongkaran. Kemudian, pembangunan dilakukan oleh pemenang lelang yang sebelumnya dilakukan oleh Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang.

“Jadi, ada dua kegiatan. Pertama, pembongkaran aset yang sudah ada pemenang lelangnya dan ditangani Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Kemudian pembangunan terminal barang oleh Distaru,” terangnya.

Terkait keberadaan PKL, pihaknya mengaku tengah melakukan pendekatan dengan para pedagang yang ada di Terminal Terboyo. Salah satu cara pendekatannya adalah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dengan menawarkan Pasar Banjardowo sebagai tempat relokasi.

“Kami beri waktu sampai Agustus. Tapi pendekatan terus dilakukan supaya segera pindah. Kalau mereka ingin di Terminal Mangkang, itu bukan wewenang kami. Wilayahnya pusat,” tegasnya.

Salah satu sopir bus AKDP jurusan Semarang-Jepara, Eko Setyo Utomo, mengaku hingga kini belum menerima sosialisasi pemindahan terminal. Eko gusar dengan rencana pemindahan ke Terminal Penggaron. Pasalnya pada ujicoba yang dilakukan Dishub Kota Semarang, pendapatannya turun drastis hingga 50 persen.

“Biasanya dapat Rp 200 ribu dalam sehari, turun jadi Rp 100 ribu. Itu masih ada tanggungan lainnya. Karena perjalanan dari Penggaron tidak ada penumpang. Jadi, bus buang-buang bahan bakar saja,” ujarnya ditemui di Terminal Terboyo.

Di lain sisi, pemindahan bus AKDP ke Terminal Penggaron akan mempengaruhi jam perjalanan yang jauh lebih lama. Hal tersebut, katanya, berdampak pada jumlah perjalanan Semarang-Jepara yang biasanya bisa dilakukan dua kali, menjadi sekali perjalanan saja. “Pastinya jam perjalanan berubah, dan jumlah penumpang pasti berkurang. Ya itu tadi, dari Penggaron sampai Genuk tidak ada penumpang,” keluhnya.

Selain itu, pada ujicoba pemindahan, menurutnya, tidak semua bus masuk ke Penggaron maupun Mangkang. Bahkan, sejumlah bus justru putar balik di tengah jalan dan ngetem di titik tertentu. Hal ini pun menyebabkan munculnya terminal bayangan di sejumlah tempat. “Karena kalau tidak ngetem di jalan, kita rugi besar. Masak harus mondar-mandir tanpa penumpang,” imbuhnya.

Rute yang dilalui bus menuju terminal juga tidak pasti. Dari arahan Dishub beberapa waktu lalu, bus diarahkan melalui jalan tol. Hal itu justru semakin memperpanjang jarak tempuh bus. Bahkan, sebagian bus AKDP yang dipindah ke Penggaron memillih rute sendiri, yakni melalui pertigaan Genuk melewati Jalan Woltermonginsidi. “Lha itu semakin semrawut nantinya,” katanya. (tsa/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ditabrak Pembalap Liar, Indah Tewas

SEMARANG - Aksi balap liar di Jalan Suratmo tepatnya di depan Jalan Sri Rejeki Dalam Semarang Barat, Minggu (22/1) sekitar pukul 17.00 lalu menelan...

Kelurahan Ngesrep Wakili Kota Semarang

SEMARANG - Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, mewakili Kota Semarang dalam Lomba Pelaksana Terbaik Gotong Royong Masyarakat Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Bertempat di Balai Kelurahan...

Peluang Kerja S2 Tinggi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Program Studi (Prodi) Magister Terapan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Semarang mewisuda 91 orang yang menjadi lulusan pertama dari prodi yang baru...

Keteguhan Jasikun Menemani Istri Berjuang Melawan Kanker Serviks

JASIKUN tak kenal menyerah. Empat belas tahun sudah dia telaten menemani pendamping hidupnya itu berjuang melawan sakit. Mendampinginya di kala apa pun. Contoh nyata...

Usulkan Pembangunan Mapolsek Sayung

DEMAK- Polres Demak telah mengusulkan pembangunan gedung baru Mapolsek Sayung ke Polda Jateng. Sedianya, pembangunan tersebut menelan biaya sebesar Rp 1,7 miliar. Hal ini...

Kades Harus Taat Aturan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Besarnya dana transfer desa (DTD)  yang dialokasikan untuk tahun anggaran 2018 menuntut kehati-hatian jajaran kades beserta para perangkatnya. Terutama dalam pengelolaan...