33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Sekolah Pengganti Belum Dibangun

Siswa Masih Menumpang Belajar di Masjid

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Puluhan orangtua wali murid SDN 2 Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan melakukan aksi unjuk rasa. Aksi dilakukan dengan menghadang rombongan Bupati Kendal, Mirna Annnisa bersama Anggota DPR RI saat akan meninjau jembatan layang tol Semarang-Batang di Desa setempat.

Aksi dilakukan lantaran anak-anak mereka menjadi terlantar karena adanya pembangunan tol Semarang-Batang telah menerjang SDN 2 Protomulyo. Sementara sampai saat ini, sekolah sudah dirobohkan untuk dibangun jalan, tapi sekolah untuk anak-anak mereka belum dibangun.

Dengan membawa poster dan spanduk berisikan tuntutan, puluhan wali murid itu siap dibawah jembatan layang jalan tol Batang-Semarang. Mereka nampak menunggu iring-iringan rombongan Bupati Kendal dan anggota DPR RI yang hendak melintas.

Para wali murid itu mengaku hanya ingin pendidikan anak-anak mereka yang terlantar ini diberikan perhatian dari pemerintah daerah. Sebab, sudah hampir setahun siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak diruang kelas.

“Anak-anak selama ini belajar dengan meminjam tempat di teras Masjid. Jadi belajar lesehan, tanpa meja kursi karena keterbatasan tempat yang ada di pengungsian ini. Jadi kasihan, mereka belajar jadi kurang nyaman. Selain itu ruangan terbuka menjadikan terganggu suara bising para pelintas jalan yang lewat,” kata Ketua Komite SDN 2 Protomulyo, Setia Nugraha, kemarin (30/7).

Dan yang lebih memprihatinkan lagi, lanjut Setia, Sekolah sudah hampir dua tahun dirobohkan namun sampai sekarang belum ada titik terang. Menenganai kapan dan target pembangunan sekolah bisa selesai. “Kami meminta kepastian, kapan sekolah bisa dibangun,” tuturnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari wali murid, bupati kemudian mencoba mendinginkan suasana. Bupati Mirna menjelaskan kepada warga jika lahan untuk pengganti SD yang digusur sudah siap. “Kami pastikan pekan depan sudah mulai dilakukan pembangunan sekolah, termasuk memperbaiki jalan rusak akibat pembangunan tol ini,” paparnya.

Diakuinya, jika pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal sudah menyiapkan lahan pengganti SD sejak 2016 lalu. Tapi pembangunan semua diserahkan pada kesiapan pelaksana dalam hal ini PT Waskita  Karya. “Makanya kami akan segera minta kepada PT Waskita untuk segera melakukan pembangunan SD, sebab kasihan anak-anak ini harus belajar tanpa meja kursi,” jelasnya.

Selain meminta sekolah yang digusur akibat tol segera dibangun, Bupati juga meminta PT Waskita untuk memperbaiki seluruh jalan yang rusak akibat dilalui pembangunan tol. “Banyak jalan yang rusak akibat tol, semua harus diperbaiki sebelum proses pembangunan tol selesai,” tandasnya. (bud/bas)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diminta Wujudkan Nilai Keadilan

SEMARANG - Sebanyak 558 calon wisudawan dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Rabu (26/4) mengikuti Pelepasan Calon Wisudawan. Kegiatan yang berlangsung...

Jalankan Birokrasi Millenial

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan pemerintah daerah untuk menjalankan birokrasi millenial. Ganjar, meminta kepala daerah dalam keseharian terjun ke media...

Mega Pimpin Konsolidasi Jelang Pilgub

SEMARANG – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Megawati Soekarnoputri akan turun ke Jawa Tengah, Rabu-Kamis (8-9/11). Presiden kelima RI tersebut akan...

Wajib Raih Tiga Poin

MAGELANG- Pelatih PPSM Sakti Magelang Siswanto ‘Kancil’ menargetkan kemenangan saat bermain di Stadion Moch Soebroto Magelang melawan Persiba Bantul dalam lanjutan Liga 2 Grup...

Berteduh, Dirampok dan Dibacok

SEMARANG - Kawanan begal kembali beraksi di wilayah Kota Semarang. Bahkan, aksi begal ini tidak hanya melakukan perampasan, namun juga disertai kekarasan dengan menggunakan...

CitraSun Garden Kembangkan Hunian Berkonsep Downslope

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pengembang Perumahan CitraSun Garden mengembangkan hunian dengan konsep downslope. Konsep ini, menjadi salah satu pilihan dalam pembangunan hunian di lahan dengan kontur tanah yang berbukit. General...